Waspadai Brain Rot akibat Konten Instan

  • 25 Jun 2025 16:11 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Fenomena brain rot kini menjadi perhatian di tengah derasnya arus digital yang cepat dan instan. Istilah ini merujuk pada penurunan fungsi otak akibat konsumsi konten berkualitas rendah secara berlebihan.

Platform media sosial dengan konten singkat dan instan dapat mengubah pola kerja pengguna secara perlahan. Konten visual yang cepat dan dangkal membuat otak terbiasa merespons instan tanpa proses berpikir secara mendalam.

Akibatnya banyak pengguna mengalami penurunan konsentrasi, berpikir kritis dan kemampuan menyerap informasi kompleks. Fenomena ini dikhawatirkan berdampak jangka panjang terhadap kesehatan mental khususnya pada remaja dan generasi muda.

Dikutip dari laman Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (DKIS) Cirebon, kondisi ini dapat dicegah melalui beberapa langkah berikut:

1. Batasi Waktu Layar Harian

Gunakan perangkat digital sesuai kebutuhan dan hindari penggunaan berlebihan di luar pekerjaan atau belajar. Anak-anak disarankan maksimal dua jam per hari sedangkan orang dewasa empat jam di luar aktivitas produktif.

2. Pilih Konten Secara Bijak

Hindari konten yang bersifat provokatif, adiktif, atau tidak bermanfaat secara emosional dan intelektual. Prioritaskan konten yang edukatif, inspiratif, dan dapat mendukung pengembangan diri secara berkelanjutan.

3. Lakukan Detoksifikasi Digital Secara Berkala

Ambil jeda dari layar dengan cara mengurangi penggunaan perangkat selama beberapa jam atau hari tertentu. Waktu tanpa gawai dapat memberi kesempatan otak untuk beristirahat dan memperbaiki kemampuan fokus.

4. Atur Lingkungan Digital yang Sehat

Nonaktifkan notifikasi yang tidak penting dan sortir akun atau konten yang memicu stres di media sosial. Gunakan fitur pembatasan waktu aplikasi untuk menjaga penggunaan gawai tetap terkontrol dan seimbang.

5. Terapkan Waktu Bebas Gawai

Sediakan waktu bebas dari layar seperti sebelum tidur, saat makan, atau saat berkumpul bersama keluarga. Kebiasaan ini membantu mengurangi stimulasi berlebihan dan meningkatkan kualitas interaksi sosial secara langsung.

6. Alihkan Fokus pada Aktivitas Bermakna

Isi waktu dengan kegiatan seperti membaca buku, olahraga, berkebun, atau belajar keterampilan baru. Aktivitas ini tidak hanya mengembangkan diri, tetapi juga memberi stimulasi positif bagi otak dan emosi.

7. Perbanyak Interaksi Sosial dan Aktivitas Fisik

Luangkan waktu bersama keluarga, teman, atau hewan peliharaan untuk menjaga koneksi emosional yang sehat. Beraktivitas di luar ruangan juga dapat membantu menyegarkan pikiran dan meningkatkan kesehatan mental secara alami.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....