Dear Ayah Bunda, Arahkan Cita-Cita Anak Sesuai Karakter
- 14 Jun 2025 17:00 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Mengenali karakter kepribadian anak sejak usia dini dinilai sangat penting untuk menghindari salah arah dalam menentukan bakat dan cita-cita mereka di masa depan. Hal ini disampaikan oleh Perawat Anak dan Remaja RSJ Banda Aceh, Anita Sapitri dalam dialog interaktif Obrolan Seru Santai Islami (OSSI) yang disiarkan di RRI Pro 2 Banda Aceh, Kamis, (12/5/2025).
Menurut Anita, secara umum terdapat empat tipe kepribadian dasar manusia: sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis. Masing-masing tipe memiliki kecenderungan perilaku dan minat yang berbeda, sehingga penting bagi orang tua untuk memahami ciri-ciri tersebut dan mengarahkan anak sesuai dengan kepribadiannya.
“Misalnya anak yang sanguinis, mereka cenderung ingin tampil di depan, suka berbicara, dan aktif secara sosial. Jadi cocok diarahkan ke aktivitas seperti menyanyi, pidato, atau lomba-lomba individu. Mereka lebih nyaman menjadi pusat perhatian,” ujar Anita.
Sementara itu, anak koleris memiliki jiwa kepemimpinan dan tidak suka diperintah. “Anak koleris ini lebih cocok diarahkan ke profesi yang menuntut kepemimpinan seperti pengusaha atau posisi manajerial. Mereka senang mengambil kendali, termasuk dalam kegiatan kelompok seperti olahraga tim,” jelasnya.
Berbeda dengan dua kepribadian sebelumnya, anak melankolis cenderung perfeksionis, tertutup, dan senang bekerja dalam kesendirian. “Melankolis ini cocok di belakang layar, seperti menjadi penulis, sutradara, atau desainer. Mereka lebih nyaman mengungkapkan diri melalui karya, bukan interaksi langsung,” tambahnya.
Sedangkan anak plegmatis lebih tenang, sabar, dan penyayang. Mereka sangat cocok bekerja di bidang-bidang yang membutuhkan empati tinggi seperti keperawatan atau pekerjaan sosial. “Plegmatis ini tidak cocok memikul beban kepemimpinan besar, tapi sangat efektif dalam lingkungan yang stabil dan damai,” kata Anita.
Anita menekankan bahwa kesalahan dalam mengenali kepribadian anak dapat membuat mereka berada di jalur yang tidak sesuai dengan potensi sejatinya. “Kalau dipaksakan ikut keinginan orang tua tanpa melihat kepribadian dasarnya, anak bisa tertekan dan bahkan mengarah pada gangguan kepribadian seperti narsistik,” ungkapnya.
Untuk itu, Anita mengajak para orang tua terutama yang anaknya masih berusia dini untuk mulai memperhatikan perilaku dan minat anak sejak sekarang. “Kalau anak suka tampil di depan, jangan langsung dibilang malu-maluin. Bisa jadi itu adalah sinyal kekuatan kepribadiannya yang harus kita arahkan dengan bijak,” tuturnya.
Ia pun berharap, dengan pengasuhan yang tepat sesuai kepribadian, anak-anak Indonesia bisa tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara mental dan sukses di bidangnya masing-masing. “Mengenali kepribadian anak adalah bentuk cinta yang sesungguhnya. Kita mempersiapkan mereka jadi versi terbaik dari diri mereka sendiri,” tutup Anita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....