Tips Agar Harmonis dengan Tetangga
- 11 Mei 2025 23:59 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Dalam kehidupan bermasyarakat, menjaga hubungan baik dengan tetangga merupakan bagian penting dari ajaran Islam. Hal ini disampaikan Ustaz Wahyudi Wahidin, seorang tokoh agama dan penceramah di Banda Aceh, dalam perbincangan bersama RRI Pro 4 Banda Aceh mengenai etika bertetangga yang baik.
Menurut Ustaz Wahyudi, banyak orang masih keliru dalam memahami makna memberi kepada tetangga. Ia mencontohkan kejadian sehari-hari, seperti ketika seseorang memberi makanan kepada tetangganya, namun berharap ada balasan dari pemberian tersebut.
“Kalau kita memberi, lalu berharap dibalas, maka itu bisa jadi tanda bahwa niat kita belum ikhlas. Padahal, balasan itu seharusnya kita harapkan dari Allah, bukan dari manusia,” ujar Ustaz Wahyudi
Ia menekankan bahwa dalam Islam, syarat diterimanya amal adalah keikhlasan dan kesesuaian dengan ajaran Rasulullah SAW. Jika amal dilakukan karena ingin dihargai atau dibalas oleh orang lain, maka dikhawatirkan tidak bernilai di sisi Allah SWT.
“In ajruhu illa alallah — sesungguhnya balasan itu hanya dari Allah. Manusia itu lemah, baik yang memberi maupun yang menerima. Maka jangan berharap kepada yang sama-sama lemah,” tegasnya.
Ia juga menceritakan pengalaman pribadi, ketika ada tetangga yang memberi makanan sambil berkata, “Jangan dicuci, Kak.” Ucapan itu menurutnya adalah bentuk keikhlasan agar pemberian tersebut tidak perlu dibalas.
“Kalau kita diberi, lalu langsung mencuci wadahnya dan mengisinya lagi sebagai balasan, itu sah-sah saja, tapi bukan keharusan. Jangan sampai memberi hanya karena ingin diberi,” katanya.
Lebih lanjut, Ustaz Wahyudi mengingatkan bahwa etika bertetangga tidak hanya soal memberi dan menerima. Kepedulian terhadap perasaan dan kenyamanan tetangga juga merupakan bagian penting dalam Islam. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebut bahwa orang yang rajin beribadah namun mengganggu tetangganya, tempatnya bisa saja di neraka.
“Puasa, salat, dan sedekah tidak cukup jika kita mengabaikan hak-hak tetangga. Jika tetangga merasa terganggu karena sikap kita, maka itu tanda kita gagal dalam menjaga akhlak sosial,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....