Sering Marah? Redakan dengan Panduan Islami

  • 11 Mei 2025 09:22 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Amarah adalah bagian alami dari emosi manusia. Namun jika tidak dikendalikan, kemarahan bisa melukai orang lain dan merusak hubungan. Dalam perspektif Islam, marah bukan untuk ditekan sepenuhnya, tapi untuk diarahkan dengan bijak.

Hal itu dijelaskan Anggota IKAT Aceh, Ustadz Tgk. T. Ryan Hidayatullah, Lc, MA dalam Kajian Islami bersama RRI Banda Aceh, Jum’at (9/5/2025). Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melampiaskan kemarahan pada objek pemicunya. Menurutnya, Islam telah memberikan panduan praktis bagaimana mengalihkan emosi marah kepada aktivitas yang lebih positif dan produktif.

“Rasulullah SAW mengajarkan, jika sedang marah maka berlindunglah kepada Allah dari godaan setan. Jangan langsung meluapkan amarah ke objeknya. Jika marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah. Jika belum reda, berbaringlah. Kalau masih belum tenang, maka ambillah air wudu,” ujar Ustaz Rian yang juga merupakan Dosen STAI Nusantara Banda Aceh.

Ia juga mengangkat kisah Nabi Muhammad SAW ketika dihina dan dilempari batu oleh penduduk Thaif. Dalam keadaan terluka, Rasulullah tetap tenang dan memilih mendoakan umatnya, bukan membalasnya. “Inilah bentuk sempurna dari penggabungan emosi dan rasional dalam diri seorang muslim,” tambahnya.

Menurut Ustaz Rian, kemampuan mengelola emosi adalah cerminan kematangan spiritual seseorang. Dengan menahan amarah dan mengalihkan pada hal yang bermanfaat seperti zikir atau refleksi diri, seseorang akan terhindar dari keputusan keliru yang hanya menimbulkan penyesalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....