Anak Sudah Imunisasi tapi Masih Sakit, ini Penyebabnya
- 27 Apr 2025 00:47 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh : Imunisasi merupakan langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kecacatan dan kematian. Dengan imunisasi, anak memiliki perisai atau tameng yang kuat untuk menangkal serangan penyakit.
"Jika anak tidak mendapatkan imunisasi, tubuhnya menjadi rentan. Ia tidak memiliki pertahanan tubuh yang cukup untuk melawan virus atau bakteri yang bisa datang kapan saja," ujar Dr. dr. Raihan, Sp.A, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI, Sabtu (26/4/2025).
Dijelaskan dr. Raihan, imunisasi tidak cukup hanya satu atau dua kali. Setiap jenis imunisasi memiliki jadwal dan dosis yang harus dipenuhi secara lengkap agar memberikan kekebalan yang optimal.

Anak Sudah Imunisasi tapi Masih SakDr. dr. Raihan, Sp.A, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh, (Foto : kiri) saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI, Sabtu (26/4/2025).
Dicontohnya, jika seharusnya imunisasi diberikan empat kali, tapi hanya dilakukan tiga kali, maka antibodi dalam tubuh anak belum cukup kuat. Kadar kekebalannya atau yang disebut titer belum memadai untuk memberikan perlindungan penuh.
Salah satu imunisasi penting adalah HB-0 (Hepatitis B-0) pada bayi baru lahir untuk mencegah penyakit hepatitis B. Imunisasi ini harus diberikan segera, bahkan sebaiknya kurang dari 24 jam setelah bayi lahir.
Tujuannya untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anak. Jika tidak diberikan, anak berisiko tinggi mengalami sakit liver di kemudian hari.
Banyak yang belum tahu bahwa sakit kuning atau liver bukan hanya dialami orang dewasa. Anak-anak pun bisa mengalaminya jika terinfeksi hepatitis B sejak dalam kandungan.
Virus hepatitis B bisa menular lewat plasenta dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya. Dalam jangka panjang, infeksi ini bisa menyebabkan kerusakan hati serius pada anak, bahkan baru terlihat gejalanya 10 hingga 15 tahun kemudian.
"Karena itu, penting bagi semua orang tua untuk memastikan anak mendapat imunisasi lengkap dan tepat waktu. Imunisasi adalah investasi kesehatan jangka panjang yang tidak boleh diabaikan," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....