Alasan Lelah Bekerja, Apakah Boleh Tinggalkan Puasa?
- 07 Mar 2025 23:04 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Bulan Ramadan merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah. Namun, masih ada sebagian orang yang dengan sengaja meninggalkan puasa dengan alasan pekerjaan yang melelahkan.
Tengku Muharir Asyari, Lc., M.Ag, anggota Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, dalam wawancara bersama RRI Banda Aceh, Selasa (4/3/2025) menjelaskan bahwa bulan Ramadan seharusnya menjadi momen yang dipersiapkan dengan baik, bukan justru diabaikan.
"Ramadan ini adalah bulan yang sangat istimewa. Ada orang yang mempersiapkan diri selama 11 bulan hanya untuk menjalani satu bulan yang mulia ini. Namun, ada juga yang justru mengabaikannya dengan alasan pekerjaan," ujar Tengku Muharir.

Anggota Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, Tengku Muharir Asyari, Lc., M.A., dalam wawancara bersama RRI Banda Aceh, Selasa (4/3/2025).
Ia menyoroti fenomena di mana sebagian orang meninggalkan puasa karena alasan kelelahan bekerja, padahal durasi puasa di tahun ini lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Siang hari semakin pendek, cuaca pun tidak terlalu panas. Jika kita masih menjadikan pekerjaan sebagai alasan untuk tidak berpuasa, maka kapan lagi kita akan mengambil kesempatan ini?" tambahnya.
Menurutnya, meninggalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan syariat adalah bentuk kelalaian yang merugikan diri sendiri. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.
Tengku Muharir mengingatkan bahwa tidak ada yang bisa menjamin seseorang akan kembali bertemu dengan Ramadan di tahun berikutnya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh umat Islam untuk memanfaatkan bulan penuh berkah ini dengan sebaik-baiknya.
"Kita tidak tahu apakah kita masih diberi kesempatan bertemu Ramadan tahun depan. Maka, jangan sia-siakan kesempatan yang ada," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....