Dukungan Disabilitas Harus Melibatkan Semua Elemen

  • 07 Mar 2025 15:35 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Pendampingan bagi penyandang disabilitas tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat agar tercipta ekosistem yang inklusif. Hal itu diungkapkan Pengawas Pendidikan Khusus/SLB, Jamilah, dalam wawancara bersama RRI Banda Aceh pada program dialog Perempuan dan Anak Pro 1 RRI Banda Aceh, Senin (3/3/2025).

Menurutnya, kesetaraan hak dalam pendidikan dan pekerjaan bagi penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan. “Kita harus berkolaborasi, baik pemerintah, sekolah, keluarga, maupun komunitas agar akses pendidikan dan lapangan pekerjaan bagi disabilitas semakin luas,” ujarnya.

Pengawas Pendidikan Khusus/SLB, Jamilah, S.Pd., M.Pd,

saat dialog bersama RRI Banda Aceh, Senin (3/3/2025).

Katanya, pendampingan yang efektif memerlukan pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan keinginan anak-anak disabilitas. “Pendidikan itu penting, tetapi kita juga harus mendengarkan mereka. Jangan sampai impian mereka dipatahkan hanya karena kurangnya dukungan,” jelasnya.

Jamilah juga menyoroti kurangnya motivasi pada anak disabilitas untuk bersekolah yang disebabkan oleh minimnya peluang kerja masih menjadi tantangan di lapangan. “Meskipun sudah banyak sekolah inklusi di Aceh, belum semua lulusan memiliki kesempatan untuk bekerja. Orang tua ingin anaknya bersekolah, tetapi anak-anak ini kadang tidak melihat tujuan akhirnya karena sulitnya mendapatkan pekerjaan,” tambahnya.

Untuk itu peran keluarga menurutnya sangat besar dalam mendukung perempuan dengan disabilitas agar lebih percaya diri dan bisa berperan aktif di masyarakat. Namun, masih banyak keluarga yang kurang memahami hak-hak disabilitas, sehingga anak-anak mereka tidak mendapatkan kesempatan yang sama seperti lainnya. “Keluarga adalah garda terdepan, mereka yang menentukan apakah seorang anak bisa berkembang atau tidak,” tegasnya.

Sebagai langkah ke depan, Jamilah berharap ada lebih banyak program pelatihan dan advokasi untuk meningkatkan kemandirian perempuan dengan disabilitas. “Kita harus bersama-sama memastikan mereka mendapatkan hak yang setara, baik dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....