Fakta dan Mitos Seputar Kehamilan, Begini Penjelasan Medis
- 28 Feb 2025 02:07 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Banyak mitos yang beredar di masyarakat terkait dengan kehamilan, salah satunya adalah anggapan bahwa makan makanan tertentu bisa langsung membuat seseorang hamil. Menanggapi hal ini, dokter spesialis kandungan dr. Dewi Karlina Rusly, SpOG, Subsp. FER, menjelaskan bahwa hal tersebut adalah mitos.
“Mitos seperti itu tidak benar. Kehamilan bukanlah hal yang dapat dipengaruhi oleh makanan tertentu secara langsung. Yang penting adalah memastikan kondisi kesehatan tubuh, baik ibu maupun bapak,” ujarnya dalam wawancara bersama RRI Banda Aceh, Sabtu (22/2/2025).
Menurut dr. Dewi, baik laki-laki maupun perempuan harus memeriksakan kondisi organ reproduksinya sebelum mencoba untuk hamil. “Untuk laki-laki, kita harus memastikan kualitas sperma, seperti konsistensi, jumlah, dan pergerakannya. Sementara untuk perempuan, kita perlu memastikan kondisi rahim dan indung telur, apakah sehat atau ada masalah seperti kista,” tambah dr. Dewi.
Ia juga menjelaskan bahwa jika pasangan belum hamil setelah mencoba selama 6 bulan untuk usia di atas 35 tahun, atau satu tahun bagi pasangan yang lebih muda, maka sebaiknya segera melakukan pemeriksaan. “Kondisi organ reproduksi yang sehat sangat penting dalam proses kehamilan,” tegasnya.

Insert descriptiondokter spesialis kandungan dr. Dewi Karlina Rusly, SpOG, Subsp. FER,
Selain itu, muncul pula mitos lain yang mengatakan bahwa tidur setelah berhubungan dapat meningkatkan peluang hamil. Dr. Dewi menjelaskan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya berpengaruh.
“Tidur setelah berhubungan, misalnya dengan mengganjal kaki atau tidur terlentang, tidak masalah selama 30 menit. Sperma akan masuk ke dalam rahim dalam waktu sekitar 30 menit. Namun, yang lebih penting adalah masa subur wanita, karena jika berhubungan di luar masa subur, peluang hamil akan berkurang,” paparnya.
Dr. Dewi juga menekankan pentingnya mengetahui masa subur untuk meningkatkan peluang kehamilan. “Jadi, tidur setelah berhubungan bukanlah faktor utama. Yang lebih penting adalah kesehatan tubuh dan mengetahui masa subur,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....