Salju Abadi Pegunungan Jayawijaya tidak lama lagi Punah

  • 04 Des 2024 03:01 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh : Salju abadi Jayawijaya, atau lebih dikenal dengan nama "Salju Abadi Puncak Jaya," merupakan fenomena alam yang unik dan menakjubkan, yang terletak di Pegunungan Jayawijaya, Provinsi Papua, Indonesia. Fenomena ini menjadi salah satu keajaiban alam yang memikat perhatian banyak orang dari seluruh dunia, baik para ilmuwan, petualang, maupun wisatawan.

Namun, salju abadi di Jayawijaya tidak selamanya abadi, dalam beberapa dekade terakhir, dampak perubahan iklim global telah mempengaruhi ketahanan salju di Puncak Jaya. Seiring dengan pemanasan suhu global, banyak gletser dan lapisan salju di berbagai belahan dunia yang mulai mencair, begitu juga dengan salju abadi di Papua.

Penurunan jumlah salju di Puncak Jaya menjadi sorotan penting bagi para ilmuwan dan peneliti iklim, yang khawatir fenomena ini akan menghilang sepenuhnya dalam beberapa tahun ke depan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa salju di Puncak Jaya mulai berkurang sejak tahun 1980-an, dan sangat mungkin pada masa mendatang, salju ini akan hilang dan tinggal cerita.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), telah melakukan monitoring gletser di Puncak Sudirman, Pegunungan Jayawijaya, Papua, pada 11-15 November 2024. Hasilnya menunjukkan penurunan signifikan luasan es dari 0,23 km² (2022) menjadi 0,11-0,16 km² (2024), dengan ketebalan es yang kini hanya tersisa 4 meter.

Koordinator Bidang Standardisasi Instrumen Klimatologi BMKG Donaldi Sukma Permana menjelaskan, luasan tutupan es pada tahun 2024 menyusut 0,11-0,16 kilometer persegi dari 0,23 kilometer persegi pada 2022. "Hal ini menjadi sinyal buruk bagi Indonesia karena tidak lama lagi salju abadi di Pegunungan Jayawijaya akan punah dalam beberapa tahun mendatang," ujarnya.

Hasil monitoring tahun ini menunjukan ketebalan es di Puncak Sudirman hanya tinggal empat meter saja. Data ini didapatkan setelah pada tahun 2023 sebanyak 14 stake (alat pengukur ketebalan es) sudah tersingkap.

Data ini menjadi bukti nyata dampak pemanasan global yang mengancam keberadaan salju abadi di Pegunungan Jayawijaya. BMKG terus berkomitmen untuk mengawal dan mendokumentasikan fenomena ini demi meningkatkan kesadaran akan perubahan iklim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....