Mitos atau Fakta, Istilah Kejengkolan
- 28 Nov 2024 21:03 WIB
- Banda Aceh
KBRN,Banda Aceh : Jengkol merupakan salah satu makanan yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak orang menyukai masakan yang terbuat dari jengkol, seperti rendang jengkol, semur jengkol, atau jengkol balado. mengutip dari popmama, Selain rasanya yang khas, jengkol juga mengandung berbagai nutrisi penting, seperti karbohidrat, vitamin A, vitamin B, zat besi, fosfor, kalsium, dan protein. Namun, meskipun kaya manfaat, konsumsi jengkol yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, salah satunya adalah kejengkolan.
Apa Itu Kejengkolan?
Kejengkolan, atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai djenkolism, adalah kondisi keracunan yang terjadi akibat mengonsumsi terlalu banyak jengkol. Penyebab utama dari kejengkolan ini adalah kandungan asam jengkolat yang terdapat dalam biji jengkol. Asam jengkolat mengandung asam amino yang mengandung sulfur. Sulfur ini lah yang menjadi penyebab aroma khas jengkol yang menyengat.
Ketika jengkol dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, asam jengkolat akan berinteraksi dengan air seni yang bersifat asam, sehingga membentuk kristal-kristal yang sulit larut. Kristal-kristal ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem saluran kemih, yang berujung pada rasa sakit dan masalah kesehatan lainnya.
Kapan Kejengkolan Bisa Terjadi?
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kejengkolan umumnya terjadi dalam rentang waktu 5 hingga 12 jam setelah mengonsumsi jengkol. Namun, keluhan ini dapat muncul lebih cepat, bahkan dalam 2 jam setelah makan jengkol, atau bisa juga muncul lebih lama, hingga 36 jam setelahnya.
Ciri-Ciri Kejengkolan
Beberapa gejala umum yang dapat menandakan terjadinya kejengkolan meliputi:
Nyeri perut disertai muntah
Rasa sakit saat buang air kecil (disuria)
Adanya darah dalam urine (hematuria)
Nyeri pada pinggang
Gejala adanya darah pada urine disebabkan oleh luka yang terjadi pada saluran kemih, ginjal, atau bahkan lambung akibat kristal asam jengkolat yang terbentuk.
Mengatasi Kejengkolan
Jika gejala kejengkolan yang dialami tergolong ringan, seperti nyeri perut atau nyeri pinggang setelah mengonsumsi jengkol, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk meredakan gejalanya:
Minum banyak air putih
Konsumsi air putih sebanyak 2 hingga 3 liter per hari dapat membantu melarutkan kristal asam jengkolat dalam tubuh dan mempercepat proses pemulihan.
Hentikan konsumsi jengkol
Sebaiknya hindari mengonsumsi jengkol untuk sementara waktu sampai gejalanya hilang.
Namun, jika gejala kejengkolan semakin memburuk, seperti rasa sakit yang hebat atau munculnya darah dalam urine, segera konsultasikan kondisi ini dengan dokter untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat.
Jengkol memang mengandung berbagai manfaat bagi tubuh, namun konsumsi berlebihan bisa berisiko menyebabkan kejengkolan. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi jengkol dalam jumlah yang wajar dan berhati-hati jika merasakan gejala-gejala yang mencurigakan setelah mengonsumsinya. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu Anda untuk lebih bijak dalam mengonsumsi jengkol. Jika Anda mengalami kejengkolan, segera lakukan penanganan yang tepat dan konsultasikan dengan tenaga medis agar bisa segera sembuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....