Mengenal Ceumpala Kuneng, Burung di Aceh yang Terancam Punah

  • 10 Okt 2024 11:21 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Burung kucica ekor kuning atau dikenal dengan burung ceumpala kuneng yang memiliki nama ilmiah Trichixos pyrropygus, menjadi salah satu simbol kekayaan alam dan keanekaragaman hayati di Aceh. Dengan bulu berwarna cerah dan suara kicauan yang merdu, burung ini tidak hanya memikat para pecinta burung tetapi juga menjadi bagian penting dari budaya lokal.

Ceumpala Kuneng umumnya ditemukan di hutan pegunungan dan daerah lembab. Mereka suka bersembunyi di semak-semak dan seringkali sulit dilihat, meskipun suaranya sangat khas. Ciri fisiknya mencakup bulu berwarna kuning dan cokelat yang membuatnya mudah dikenali.

Melansir pada laman Indonesia.go.id, burung ceumpala kuneng menjadi kesayangan Sultan Iskandar Muda yang memimpin Aceh era 1607-1636. Burung ini kerap disebutkan dalam setiap cerita rakyat tempo dulu di Aceh. Begitu populernya nama kucica ekor kuning sehingga ditetapkan sebagai fauna identitas dari Aceh.

Menurut IUCN, burung Kucica ekor kuning yang berasal dari Aceh kini masuk dalam daftar hewan dilindungi dengan status hampir terancam. Keberadaan burung ini sangat penting sebagai ikon fauna Aceh, namun populasinya semakin menurun akibat perburuan dan perdagangan ilegal.

Untuk melindungi spesies ini, Pemerintah Provinsi Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menerbitkan peraturan daerah (qanun) pada tahun 2013. Qanun ini melarang keras perburuan dan perdagangan kucica ekor kuning. Pelanggar yang mencoba membawa keluar burung ini dari daerahnya dapat dikenakan sanksi pidana dan denda yang berat.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan kucica ekor kuning serta ekosistem tempat tinggalnya, sehingga burung yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh ini dapat terus ada dan berkembang di alam liar.

Burung Ceumpala Kuneng tidak hanya menjadi kebanggaan Aceh, tetapi juga simbol kekayaan biodiversitas yang harus dilestarikan. Melalui kesadaran dan upaya bersama, kita dapat memastikan bahwa keindahan alam ini tetap terjaga untuk generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....