Menyibak Jejak Aceh-Turki Utsmani dari Kompleks Makam Bitai

  • 28 Sep 2026 15:35 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Komunitas Ruang Lingkup kembali menghadirkan ruang belajar bagi generasi muda melalui Ruang Muda #2. Kegiatan ini digelar di Kompleks Makam Teungku Chik Di Bitai, Desa Bitai, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Minggu 27 September 2026.

‎Kegiatan ini terlaksana dengan tema “Menembus Batas Zaman: Menelusuri Jejak Aliansi Strategis Aceh dan Turki Utsmani di Makam Tengku Dibitai”. Ruang Lingkup mengemasnya dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Peserta diajak mengenal sejarah hubungan Aceh dan Turki Utsmani lalu melihat langsung salah satu jejak sejarah tersebut di kawasan Bitai.

‎Rangkaian kegiatan diawali dengan sharing session dan diskusi bersama Muhammad Haykal, Chairman Tarara Global Humanity. Karena ia juga Sekretaris Persatuan Alumni dan Masyarakat Aceh–Turki, diskusi pun membahas perjalanan hubungan Aceh dan Turki Utsmani. Lebih lanjut, ia juga menjabarkan berbagai jejak sejarah yang masih dapat ditemukan di Aceh.

‎Suasana diskusi berlangsung terbuka. Peserta diberikan ruang untuk bertanya, menyampaikan pandangan, dan menggali lebih jauh cerita sejarah yang berkaitan dengan kawasan Bitai. Pembahasan tersebut menjadi pengantar sebelum peserta diajak melihat langsung situs yang menjadi bagian dari sejarah tersebut.

‎Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan Historical Walk dan ziarah ke Kompleks Makam Teungku Chik Di Bitai. Peserta berjalan sambil mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan keterkaitan situs tersebut dengan perjalanan hubungan Aceh dan Turki Utsmani.

‎Founder Komunitas Ruang Lingkup, Harir Rizky Tullah, mengatakan Ruang Muda memungkinkan anak muda mengenal berbagai persoalan dan pengetahuan secara langsung.

“Kami ingin sejarah tidak hanya berhenti sebagai cerita yang dibaca. Setelah berdiskusi, peserta kami ajak melihat langsung tempat yang menjadi bagian dari sejarah tersebut. Dengan begitu, ada pengalaman yang bisa dibawa pulang dari setiap pertemuan,” ujar Harir.‎

Menurut Harir, Ruang Muda mendekatkan anak muda dengan pengetahuan, sejarah, budaya, dan berbagai persoalan di sekitarnya dengan lebih terbuka. Ruang Muda #2 ditutup dengan ziarah dan refleksi bersama. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal kembali salah satu bagian dari perjalanan sejarah Aceh yang masih dapat ditemui hingga hari ini.

‎Komunitas Ruang Lingkup berharap semakin banyak anak muda yang tertarik untuk mengenal sejarah Aceh. Mereka dapat mengunjungi situs-situs bersejarah serta turut menjaga warisan sejarah sebagai bagian dari identitas dan pengetahuan bagi generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....