GEN-A Wilayah Pasai Ajak Anak Muda Aceh Jaga Lingkungan Lewat Budaya

  • 14 Sep 2026 15:16 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Wahyu Wahidin, Manager GEN-A Wilayah Pasai menyatakan kearifan lokal Aceh memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sejumlah tradisi seperti hutan larangan, hukom adat, dan peusijuek laut disebutnya sebagai bentuk nyata perlindungan alam yang telah diwariskan secara turun-temurun.

"Orang tua kita dulu tidak mengenal istilah konservasi, tapi mereka punya aturan adat yang melarang menebang pohon sembarangan dan merusak laut. Itu adalah bentuk cinta terhadap alam yang harus kita hidupkan kembali," kata Wahyu.

Hal itu disampaikannya dalam program dialog publik "SIEREUBOH" RRI Pro 4 Banda Aceh dengan mengangkat tema "Kearifan Lokal Aceh & Peran Generasi Muda Menjaga Lingkungan". Dialog berlangsung Senin 14 September 2026.

Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam isu lingkungan. Melalui komunitas Generasi Alam atau GEN-A, Wahyu mengaku telah menjalankan sejumlah aksi nyata seperti penanaman mangrove, edukasi lingkungan di sekolah, dan kampanye pengurangan sampah plastik.

"Anak muda tidak boleh hanya jadi penonton. Kami ingin membuktikan bahwa lewat budaya dan gotong royong, anak muda bisa jadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, presenter Nurul Jumita mengatakan program SIEREUBOH sengaja dikemas untuk menjembatani nilai budaya dengan persoalan kekinian. Menurutnya, diskusi tidak hanya berhenti di studio, tetapi diharapkan memantik aksi nyata dari masyarakat.

"Kami ingin pendengar tidak hanya mendengar, tapi juga tergerak. Kalau ada satu orang yang mulai tanam pohon setelah mendengar siaran ini, itu sudah jadi keberhasilan," ujar Nurul.

Selama dialog berlangsung, sejumlah pendengar berinteraksi melalui telepon dan kolom komentar YouTube. Mereka menanyakan cara bergabung dengan komunitas lingkungan serta bagaimana menghidupkan kembali tradisi adat di daerah masing-masing.

Kepala Stasiun RRI Pro 4 Banda Aceh yang dikonfirmasi terpisah menyatakan, program SIEREUBOH akan terus menjadi ruang bagi publik untuk menyuarakan isu budaya, sosial, dan lingkungan.

"Kami ingin RRI menjadi rumah bersama untuk merawat nilai-nilai lokal sekaligus mencari solusi atas permasalahan daerah," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....