Rumoh Cut Nyak Dhien Dikenalkan lewat Field Trip Seuramoe Heritage
- 02 Sep 2026 17:39 WIB
- Banda Aceh
Poin Utama
- Seuramoe Heritage Gelar Field Trip Edisi Kelima di Rumoh Cut Nyak Dhien, Lampisang, Aceh Besar.
- Peserta mendapat penjelasan tentang asal-usul rumah, karakteristik rumah Aceh, perjuangan Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar.
- Kegiatan tidak hanya menjadi rekreasi, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat dan keluarga untuk meningkatkan kecintaan terhadap sejarah serta budaya Aceh.
KBRN, Banda Aceh - Seuramoe Heritage menggelar kegiatan field trip edisi kelima di Rumoh Cut Nyak Dhien, Lampisang, Aceh Besar. Kegiatan bertema “Menelusuri Jejak Keteguhan dan Semangat Patriotisme Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien” tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai kalangan.
Pemandu Seuramoe Heritage, Aji Chaedesar mengatakan, pemilihan Rumoh Cut Nyak Dhien sebagai lokasi field trip merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah mengunjungi makam dan kediaman Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arief.
Menurut Aji, melalui kegiatan tersebut peserta diajak mengenal lebih dekat sejarah perjuangan rakyat Aceh sebelum kemerdekaan, khususnya melalui sosok Cut Nyak Dhien yang dikenal sebagai salah satu pejuang perempuan yang tangguh dan berani melawan penjajahan Belanda.
Selain mengenalkan sosok Cut Nyak Dhien, kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan sejarah Rumoh Cut Nyak Dhien yang berada di pinggir jalan dan kerap dilalui masyarakat.
“Rumah Cut Nyak Dhien di Lampisang juga bentuk mengenal sejarah rumah yang berada di pinggir jalan, bahkan orang sering melalui tapi bisa jadi tidak mengetahui asal-usul dan nilai yang terkandung di dalamnya,” ujar Aji dalam keterangannya kepada RRI Rabu 2 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai asal-usul Rumoh Cut Nyak Dhien, karakteristik rumah Aceh, serta perbedaannya dengan rumah Aceh lainnya. Peserta juga diajak kembali mengenal sejarah perjuangan Cut Nyak Dhien bersama Teuku Umar.
Aji menjelaskan, berdasarkan penuturan sejarah yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Rumoh Cut Nyak Dhien pernah dibakar oleh Belanda dan kemudian dibangun kembali pada 1981. Rumah tersebut juga menjalani proses restorasi terbaru pada 2026.
Tidak hanya diikuti individu, kegiatan field trip ini juga diikuti peserta yang datang bersama teman, pasangan, hingga membawa anak-anak. Kondisi tersebut menjadikan kegiatan sebagai sarana rekreasi sekaligus edukasi sejarah bagi masyarakat.
Aji berharap kegiatan semacam ini dapat meningkatkan antusiasme masyarakat untuk mengenal dan mencintai sejarah serta budaya Aceh.
“Semoga masyarakat semakin antusias mencintai sejarah dan budaya karena kita lahir di wilayah yang sangat banyak nilai-nilai historisnya, sesuai slogan yang umum kita dengar, Kota Pusaka,” ujarnya.
Seuramoe Heritage berkomitmen menjadikan kegiatan field trip sebagai salah satu sarana alternatif untuk memperkenalkan berbagai situs sejarah dan warisan budaya Aceh kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Kontributor: Shafa Salsabila
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....