"Aceh Artspace" Angkat Kekayaan Seni Tradisional Aceh
- 30 Jul 2026 09:08 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) menggelar pagelaran seni bertajuk Aceh Artspace di Banda Aceh, Selasa, 29 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi upaya memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.
Pagelaran menghadirkan kolaborasi berbagai seni tradisional dari sejumlah daerah di Aceh. Penampilan tersebut memadukan tari, musik tradisional, vokal, dan atraksi budaya dalam satu panggung.
Ketua pelaksana Regina Rahmi mengatakan Aceh Artspace menjadi ruang untuk memperkenalkan keberagaman budaya Aceh kepada masyarakat nasional maupun internasional. Menurutnya, setiap pertunjukan membawa nilai sejarah, filosofi, dan identitas yang patut terus dilestarikan.
"Melalui Aceh Artspace, kami ingin memperkenalkan kekayaan seni tradisional Aceh sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya leluhur," ujar Regina Rahmi.
Pagelaran menampilkan Tari Saman, Tari Bines, Tari Guel, Didong, Rapai Geleng, Likok Pulo, hingga atraksi Top Daboh. Seluruh pertunjukan diiringi musik tradisional Rapai, Serune Kalee, serta vokal dalam berbagai bahasa daerah Aceh.
Regina menjelaskan kolaborasi berbagai kesenian tersebut menjadi simbol persatuan dalam keberagaman budaya Aceh. Menurutnya, setiap pertunjukan menyampaikan nilai sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat dari berbagai daerah di Aceh.
"Kolaborasi ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman budaya Aceh yang kaya akan nilai sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat," katanya.
Tari Saman dari Gayo Lues menampilkan gerakan serempak yang melambangkan persatuan, disiplin, dan semangat gotong royong. Tari tersebut telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.
Selain itu, Tari Bines, Tari Guel, dan Didong turut memperlihatkan kekayaan budaya masyarakat Gayo. Ketiga kesenian tersebut menyampaikan pesan moral, penghormatan kepada leluhur, serta pelestarian sastra lisan.
Rapai Geleng dan Likok Pulo melengkapi ragam seni yang ditampilkan dalam pagelaran tersebut. Atraksi Top Daboh menjadi penutup pertunjukan dengan menampilkan simbol keberanian, ketahanan fisik, dan kekuatan spiritual masyarakat Aceh
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....