Penampilan Nandong Menuai Pujian, tetapi Dibully Sebagian Netizen

  • 04 Jun 2026 19:51 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Nandong bukan sekadar nyanyian, melainkan warisan budaya luhur. Salah satu bentuknya yang terkenal adalah Nandong Smong, yaitu syair lisan purba yang berfungsi sebagai sistem mitigasi bencana tsunami alami berbasis kearifan lokal. Hal ini disampaikan Iren Sungkar selaku Keputrian PII Wati Simeulue dalam dialog bersama Pro2 RRI Banda Aceh, Rabu 3 Juni 2026.

Ia mengatakan penampilan seni tutur tradisional Nandong asal Simeulue yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial mendapat beragam tanggapan dari masyarakat.

“Di satu sisi, banyak warganet memberikan apresiasi karena Nandong dinilai mampu memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada generasi muda. Namun di sisi lain, tidak sedikit komentar bernada negatif yang menyasar cara penyampaian maupun karakter,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagian komentar negatif muncul karena minimnya pemahaman terhadap nilai budaya yang terkandung dalam Nandong. Padahal, kesenian tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan media penyampaian pesan moral, sejarah, dan kearifan lokal masyarakat Simeulue yang diwariskan secara turun-temurun.

“Ketika budaya lokal tampil di ruang digital, respons publik pasti beragam. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat memahami konteks dan makna yang ada di balik pertunjukan tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kritik yang membangun dapat menjadi masukan bagi para pelaku seni. “Dimana perundungan atau komentar yang merendahkan budaya daerah justru dapat menghambat upaya pelestarian warisan budaya yang selama ini dijaga oleh masyarakat Simeulue,” tambahnya.

Nandong sendiri merupakan tradisi lisan khas Simeulue yang berisi syair-syair nasihat dan kearifan lokal. Tradisi ini telah lama menjadi bagian penting kehidupan masyarakat dan berperan dalam pewarisan pengetahuan antar generasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....