Pengrajin Bambu Aceh Ubah Limbah Menjadi Produk Bernilai
- 19 Mei 2026 07:27 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pengrajin bambu asal Banda Aceh, Attriani, berhasil mengembangkan usaha kerajinan bambu hingga memiliki tiga toko di Kota Banda Aceh. Usaha tersebut dirintis sejak dirinya masih duduk di bangku SMP.
Attriani mengatakan kerajinan bambu menjadi peluang usaha sekaligus mendukung pelestarian lingkungan. Menurutnya, hampir seluruh bagian bambu dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai jual.
“Kalau sama saya nilainya cukup banyak, karena bambu tidak jadi sampah. Semua bisa jadi cuan,” ujarnya dalam Dialog UMKM Talks RRI Banda Aceh, Senin, 19 Mei 2026.
Ia menjelaskan sisa bambu dari pembuatan kerajinan besar dimanfaatkan kembali menjadi gantungan kunci. Produk kecil tersebut dijual sebagai cendera mata khas Aceh.
Attriani mengaku mulai serius menekuni kerajinan bambu sejak 1995. Awalnya, ia hanya membuat anyaman sederhana di rumah bersama keluarga.
Menurutnya, ketekunan membuat usaha tersebut bertahan melewati berbagai tantangan ekonomi. Bahkan saat pandemi COVID-19, dirinya mendapat kesempatan menjadi instruktur kerajinan bambu di Thailand.
“Di Songkhla saya mengajarkan ibu-ibu menganyam bambu dari awal sampai jadi,” katanya.
Ia menyebut pengalaman tersebut membuka peluang usaha lebih besar. Hasil anyaman bambu buatannya bahkan dihargai jauh lebih tinggi di luar negeri.
Selain memproduksi kerajinan, Attriani juga aktif membina masyarakat dan warga binaan pemasyarakatan. Ia mengajarkan keterampilan anyaman bambu di sejumlah rutan di Aceh.
Menurutnya, keterampilan tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh penghasilan tambahan. Ia berharap semakin banyak generasi muda tertarik melestarikan kerajinan bambu.
Attriani menambahkan pemasaran produknya kini memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Instagram. Melalui platform digital, produknya semakin dikenal hingga luar daerah.
“Guru saya sekarang YouTube. Dari situ saya belajar banyak inovasi baru,” ujarnya.
Ia berharap usaha kerajinan bambu terus berkembang dan memiliki penerus di masa depan. Selain menghasilkan pendapatan, kerajinan bambu dinilai mendukung gerakan ramah lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....