Batu Giok Nagan Raya Punya Kualitas Dunia
- 29 Okt 2025 20:59 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Teuku Zulkarnaini atau yang akrab disapa Ampon Bang, mengungkapkan potensi besar batu giok asal Kabupaten Nagan Raya, Aceh, yang memiliki kualitas terbaik kedua di dunia setelah Myanmar.
Dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Rabu (22/10/2025), Ampon Bang mengatakan bahwa batu alam dari Nagan Raya telah lama diminati oleh pembeli mancanegara, termasuk dari Tiongkok. “Waktu saya masih menjabat sebagai bupati, batu giok Nagan sudah diminati orang luar. Bahkan pembeli dari China datang langsung mengambil batu ke daerah kita karena kualitasnya sangat bagus,” ujarnya.
Menurutnya, batu giok asal Nagan Raya dikenal memiliki tingkat kekerasan tinggi dan warna yang khas. Berdasarkan penilaian para ahli, kualitasnya menempati peringkat kedua dunia setelah batu giok dari Myanmar. “Batu kita ini keras dan bernilai tinggi. Dari sisi kualitas, kata orang, Nagan Raya itu nomor dua setelah Myanmar,” tambahnya.
Ampon Bang menilai potensi batu giok ini dapat menjadi sumber pendapatan bagi daerah maupun negara jika dikelola secara profesional. Selama ini, aktivitas penambangan masih dilakukan secara tradisional oleh masyarakat tanpa dukungan teknologi memadai. “Selama ini masih diolah secara manual. Padahal kalau dikelola dengan baik, bisa menjadi produk lokal bernilai ekonomi tinggi yang mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dan pusat untuk membantu pengembangan industri batu giok Aceh. “Kita perlu mendorong agar rantai pasarnya bisa bergerak. Kalau pasarnya hidup, masyarakat juga akan merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ampon Bang menyebutkan bahwa pengelolaan batu giok tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kekayaan alam Aceh agar tidak terus dieksploitasi secara mentah ke luar negeri. “Kita punya sumber daya alam yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita bisa mengolahnya agar tidak hanya menjadi bahan mentah yang dibawa keluar, tetapi bisa memberi nilai tambah di daerah,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....