Pendidikan Inklusi Perlu Perkuat Fasilitas dan Kompetensi Guru

  • 06 Okt 2026 11:27 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh- Pendidikan inklusi di Aceh perlu memperkuat fasilitas dan kompetensi guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik.Guru Besar Manajemen dan Evaluasi Pendidikan UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Jamaluddin, M.Ed., menyampaikan hal tersebut.

Pernyataan itu disampaikan dalam Dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi RRI Banda Aceh, Minggu, 4 Oktober 2026.Ia menilai sekolah inklusi harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan setara bagi semua peserta didik.

Jamaluddin mengatakan sekolah tidak cukup hanya menerima peserta didik penyandang disabilitas.Menurutnya, fasilitas pendidikan juga harus mampu memenuhi kebutuhan peserta didik sesuai kondisi masing-masing.

Ia mencontohkan fasilitas sekolah harus mendukung peserta didik dengan hambatan fisik maupun penglihatan.Sekolah juga perlu menyediakan guru pendamping khusus untuk membantu peserta didik dengan kebutuhan belajar tertentu.

“Sekolah harus beradaptasi dengan anak,” kata Jamaluddin saat menjelaskan penerapan pendidikan inklusi.Menurutnya, kurikulum harus adaptif dan pembelajaran perlu menggunakan pendekatan individual sesuai kemampuan peserta didik.

Jamaluddin juga menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus.Budaya tersebut mencakup pencegahan perundungan serta penguatan empati dan kerja sama antarpeserta didik.

Ia menyebut orang tua juga memiliki peran penting sebelum memilih sekolah inklusi bagi anaknya.Orang tua perlu mempertimbangkan kemampuan anak serta kesesuaian fasilitas dan tenaga pendidik sekolah.

Jamaluddin mengatakan tidak semua peserta didik penyandang disabilitas sesuai dengan sistem sekolah inklusi.Menurutnya, sebagian anak membutuhkan layanan pendidikan khusus melalui sekolah luar biasa sesuai kondisi dan kebutuhannya.

Ia menilai penerapan pendidikan inklusi membutuhkan kolaborasi pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat.Dukungan tersebut mencakup kebijakan, fasilitas, pembiayaan, peningkatan kompetensi guru, serta akses pendidikan berkualitas.

Jamaluddin mengajak sekolah yang menerapkan pendidikan inklusi terus mengembangkan tenaga profesional dan program ramah disabilitas.Ia menilai otonomi sekolah dapat dimanfaatkan untuk menyusun program sesuai kebutuhan peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....