Bisnis Budidaya Kepiting Soka di Banda Aceh Bakal Tembus Pasar Ekspor
- 25 Sep 2026 07:51 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Budidaya kepiting soka di Banda Aceh memiliki prospek tinggi untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan.Produk kepiting lunak tersebut telah dipasarkan ke sejumlah negara melalui jalur ekspor dari Medan.
Kepala DPPKP Kota Banda Aceh Iskandar, S.Sos, M.Si mengatakan budidaya kepiting soka berkembang sejak pascatsunami.Menurutnya, komoditas tersebut berpotensi meningkatkan produksi perikanan sekaligus mengembangkan UMKM masyarakat.
Iskandar menyebut pembudidaya kepiting soka terdapat di sejumlah desa pesisir Banda Aceh.Masa budidayanya relatif singkat, yakni sekitar 15 hingga 27 hari hingga masa panen.
“Harga kepiting soka mencapai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram,” kata Iskandar.Ia menyebut produksi pembudidaya tertentu dapat mencapai sekitar 900 kilogram dalam sebulan.
Namun, pengembangan kepiting soka masih menghadapi kendala ketersediaan bibit di Banda Aceh.Sebagian besar bibit masih didatangkan dari Aceh Timur dan daerah lainnya.
DPPKP Banda Aceh memberikan pendampingan terkait kualitas air, kepadatan, pakan, penyakit, dan mutu hasil budidaya.Penyuluh perikanan juga turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi kepiting dan mengambil sampel bila diperlukan.
Iskandar mengatakan produk ekspor harus memenuhi standar mutu dan sertifikasi budidaya.Pemantauan residu penyakit serta kandungan bahan tertentu diperlukan agar produk aman dikonsumsi.
Selama ini, ekspor kepiting soka Aceh masih melalui Medan karena sarana dan prasarana belum memadai.Pemerintah mendorong penguatan pelabuhan, penyimpanan dingin, serta fasilitas pendukung agar ekspor dapat dilakukan langsung.
Iskandar juga mendorong pengembangan kuliner kepiting soka di Banda Aceh.Menurutnya, penyajian produk tersebut di hotel dan restoran dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kota Banda Aceh juga mendorong modernisasi budidaya untuk meningkatkan produktivitas dengan lahan yang semakin terbatas.Kolaborasi pemerintah, pengusaha, perbankan, akademisi, dan media dinilai diperlukan untuk mengembangkan sektor tersebut.
Iskandar mengajak pembudidaya menjaga kualitas produk dan kelestarian ekosistem mangrove.Ia juga membuka ruang konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan usaha dan bantuan pengembangan budidaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....