Jarang Putar Musik di Mobil? Ini Ciri Kepribadian menurut Psikologi

  • 18 Sep 2026 12:40 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh-Kebiasaan mendengarkan musik saat berkendara ternyata tidak dimiliki semua orang. Sebagian orang justru memilih menikmati perjalanan dalam suasana hening, tanpa musik dari radio, ponsel, maupun sistem audio mobil. Kebiasaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan seseorang memiliki kepribadian tertentu, tetapi preferensi terhadap suasana tenang dapat berkaitan dengan cara seseorang mengatur perhatian, emosi, dan kenyamanan selama perjalanan.

Meskipun beberapa orang percaya bahwa mendengarkan musik di dalam mobil adalah gangguan, penelitian tentang subjek ini beragam. Tidak ada bukti nyata yang mendukungnya, meskipun 75 persen pengemudi yang termasuk dalam satu penelitian menyatakan bahwa mereka mendengarkan musik di balik kemudi.Namun, preferensi pribadi membuat perbedaan. Para peneliti juga menemukan bahwa kemampuan mengemudi seseorang dipengaruhi oleh suasana hati mereka, dan musik memengaruhi perasaan mereka. Dilansir dari Your Tango.

Kebiasaan tersebut juga dapat ditemukan pada orang yang cenderung menikmati waktu sendiri. Perjalanan dengan mobil bisa menjadi momen untuk berpikir, melakukan refleksi diri, atau sekadar menikmati suasana tanpa perlu mendapatkan hiburan tambahan. Namun, menyukai kesunyian bukan berarti seseorang otomatis introvert atau tidak suka bersosialisasi. Kepribadian manusia jauh lebih kompleks daripada satu kebiasaan sehari-hari.

Selain itu, ada kemungkinan seseorang tidak memutar musik karena lebih menyukai kontrol terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka mungkin merasa lebih nyaman ketika suasana di dalam mobil dapat diprediksi dan tidak terganggu perubahan lagu, suara penyanyi, atau iklan dari radio. Pilihan ini juga bisa murni karena kebiasaan, selera pribadi, atau karena orang tersebut memang tidak terlalu tertarik pada musik.

Pada akhirnya, tidak pernah mendengarkan musik di mobil tidak dapat dijadikan alat untuk menentukan kepribadian seseorang secara pasti. Preferensi tersebut dapat dipengaruhi oleh situasi, pengalaman, kebutuhan konsentrasi, hingga selera masing-masing individu. Dalam psikologi, memahami kepribadian membutuhkan penilaian yang jauh lebih menyeluruh, bukan hanya berdasarkan satu kebiasaan sederhana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....