Tawakal Bukan Berarti Berhenti Berusaha

  • 12 Sep 2026 07:55 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Tawakal tidak berarti menyerahkan seluruh urusan tanpa melakukan usaha. Dalam ajaran Islam, manusia tetap diwajibkan berikhtiar, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT. Hal itu disampaikan Penyuluh Agama Islam kota Banda Aceh, Ustaz Tengku Barrul Walidin, S.Pd.I., M.Pd dalam Dialog Kajian Islami RRI Banda Aceh, Jumat 4 September 2026.

Ia menjelaskan bahwa usaha manusia merupakan bagian dari sunatullah atau hukum sebab-akibat dalam kehidupan. “Kita tidak pasrah saja dan tidak berkeyakinan semua yang kita lakukan itu adalah hasil daripada usaha kita sendiri tanpa terlibat Tuhan di dalamnya. Jadi harus ada kombinasi,” ujar Ustaz Barrul.

Ia mencontohkan, seseorang yang ingin kenyang harus makan, orang yang haus harus minum, dan orang sakit perlu berobat. Menurutnya, Allah sebenarnya mampu memberikan sesuatu tanpa usaha manusia, tetapi manusia tetap diperintahkan untuk menempuh sebab dan berusaha. “Al-Qur'an menyuruh kita berusaha, tetapi hasilnya jangan nanti kita mengatur Tuhan,” sebutnya.

Ustaz Barrul menambahkan, hasil usaha setiap orang tidak selalu sesuai dengan target yang diinginkan. Karena itu, umat Islam perlu menjaga keseimbangan antara ikhtiar, doa, dan tawakal.

“Kita mengingatkan, setiap usaha perlu disertai doa dan tawakal. Sebab, manusia berkewajiban berusaha, sementara hasil akhirnya merupakan kehendak dan ketetapan Allah SWT,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....