Menguatkan Keterampilan Generasi Muda di tengah Era AI

  • 06 Sep 2026 23:19 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut mendorong generasi muda untuk terus meningkatkan keterampilan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Hal ini disampaikan Dr. Silahuddin, M.Ag selaku Ketua Prodi Doktor PAI Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry dalam dialog Dialog Sie Reuboh di pro4 RRI banda aceh dengan tema "Tantangan Era Kecerdasan Buatan AI & Disrupsi Teknologi", Jumat 4 September 2026.

Ia mengatakan, kehadiran AI seharusnya tidak hanya dipandang sebagai ancaman terhadap dunia kerja, tetapi juga sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan berbagai inovasi baru.

“Generasi muda harus mampu beradaptasi. Teknologi AI dapat menjadi alat untuk membantu pekerjaan, tetapi tetap diperlukan kemampuan manusia untuk berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan digital menjadi salah satu kemampuan yang semakin penting di tengah perkembangan teknologi. Namun, kemampuan tersebut perlu diimbangi dengan keterampilan lain seperti komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.

Ia juga menekankan pentingnya literasi digital agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memahami manfaat sekaligus risiko penggunaannya. Informasi yang dihasilkan AI tetap perlu diperiksa dan tidak boleh diterima begitu saja tanpa verifikasi.

“Jangan hanya bisa menggunakan AI, tetapi harus memahami bagaimana menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab,” katanya.

Selain meningkatkan kemampuan teknologi, generasi muda juga perlu menjaga nilai-nilai etika dalam memanfaatkan AI. “Penggunaan teknologi harus diarahkan untuk kegiatan yang produktif, mendukung pembelajaran, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap lembaga pendidikan, keluarga, pemerintah, dan dunia usaha dapat bersama-sama memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan zaman.

“Dengan penguatan keterampilan dan literasi digital, generasi muda diharapkan tidak hanya mampu mengikuti perubahan akibat perkembangan AI, tetapi juga menjadi pihak yang mampu menciptakan inovasi dan memanfaatkan teknologi untuk kemajuan masyarakat,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....