KKN Kelompok 11 USK Tinggalkan Cerita Pengabdian di Cut Langien
- 27 Agt 2026 16:44 WIB
- Banda Aceh
Bagi sebagian mahasiswa, Kuliah Kerja Nyata bukan sekadar kewajiban akademik yang harus diselesaikan. KKN menjadi kesempatan untuk turun langsung, mendengar persoalan warga, sekaligus belajar dari kehidupan masyarakat.
Pengalaman itu dirasakan Ari Maulana bersama Kelompok 11 KKN Universitas Syiah Kuala di Gampong Cut Langien. Selama satu bulan, mahasiswa dari berbagai latar belakang berupaya menghadirkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ari yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum USK sekaligus ketua kelompok, mengaku mendapat banyak pengalaman selama pengabdian. Menurutnya, keramahan warga membuat mahasiswa merasa diterima dan menjadi bagian dari keluarga di gampong tersebut.
“Pengabdian bukan hanya tentang melaksanakan program kerja, tetapi juga tentang mendengar, menghargai, dan belajar dari pengalaman hidup masyarakat,” ujar Ari. Ia membawa pulang berbagai nasihat, nilai kebersamaan, serta pelajaran kehidupan yang diperoleh selama berinteraksi dengan warga.
Program yang dijalankan Kelompok 11 cukup beragam dan menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi kampanye anti-bullying, edukasi Poster Anak Sadar Hukum, program Desa Aman, hingga pemeriksaan tekanan darah gratis.
Mahasiswa juga mengenalkan Tas Siaga Bencana dan membantu menyusun profil gampong sebagai bagian dari program pengabdian. Sementara bagi anak-anak, kelompok tersebut menggelar Lomba Azan, Hafalan Juz 30, dan Fashion Show Busana Muslim.
Di tengah berbagai kegiatan tersebut, Kelompok 11 juga mencatat capaian yang cukup menonjol dalam dokumentasi pengabdian. Sekitar 180 artikel pemberitaan berhasil dipublikasikan selama pelaksanaan KKN.
Bagi Ari, jumlah tersebut bukan sekadar angka dalam catatan kegiatan mahasiswa. Publikasi menjadi bentuk pertanggungjawaban sekaligus cara memperkenalkan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kami tidak pernah menyangka dokumentasi kegiatan KKN dapat menghasilkan sekitar 180 publikasi di berbagai media,” kata Ari. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi kelompok KKN lainnya untuk terus menghasilkan karya selama berada di tengah masyarakat.
Cerita pengabdian tersebut kemudian dibagikan Ari dalam siaran Pro 2 RRI Banda Aceh melalui program CCK pada 18 Agustus 2026. Bersama Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Muhammad Sayuthi, ia berbagi pengalaman tentang proses menjalankan program hingga hubungan yang terbangun dengan warga.
Bagi Dr. Muhammad Sayuthi, KKN memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa agar lebih peduli terhadap persoalan masyarakat. Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus Wakil Dekan III Fakultas Pertanian USK itu juga mengapresiasi konsistensi Kelompok 11 selama menjalankan pengabdian.
“Saya sangat mengapresiasi Ari Maulana beserta seluruh anggota Kelompok 11,” ungkap Sayuthi. Ia menilai capaian sekitar 180 publikasi menunjukkan semangat, kerja sama, dan konsistensi yang luar biasa.
Lebih dari sekadar menyelesaikan program kerja, pengalaman di Cut Langien mempertemukan mahasiswa dengan kehidupan masyarakat secara langsung. Dari sana, mahasiswa tidak hanya membawa pulang hasil kegiatan, tetapi juga pengalaman tentang kepedulian, kebersamaan, dan arti pengabdian.
Ari berharap hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Kolaborasi yang terus terjalin dinilai dapat membuat pengabdian mahasiswa memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi pembangunan desa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....