ABK Bukan Tidak Mampu, Hanya Memiliki Cara Berbeda

  • 10 Agt 2026 10:59 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Anak berkebutuhan khusus (ABK) bukan berarti tidak memiliki kemampuan. Setiap anak mempunyai potensi dan cara belajar yang berbeda sehingga membutuhkan pendampingan, pendidikan, serta lingkungan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Hal tersebut mengemuka dalam program SPADA (Siaran Peduli Anak) RRI Pro 2 Banda Aceh, Minggu 9 Agustus 2026, yang mengangkat tema “Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus: Beda Bukan Berarti Tidak Mampu.” Dialog tersebut menghadirkan tiga Coach Terapi ABK DQSE Biro Psikologi Konsultan, yakni Ulfa Rianti, Misfihul Atlo Zahra, dan Intan Mutia, serta dipandu host Ilma.

“Anak berkebutuhan khusus memiliki kemampuan yang beragam. Dengan terapi yang tepat, dukungan keluarga, pendidikan yang sesuai, serta lingkungan yang menerima, anak dapat berkembang dan menunjukkan potensi terbaiknya,” ujar Ulfa.

Coach Terapi ABK DQSE Biro Psikologi Konsultan, Ulfa Rianti, mengatakan masih terdapat pemahaman yang keliru di tengah masyarakat mengenai anak berkebutuhan khusus. Karena itu, edukasi secara berkelanjutan dinilai penting agar masyarakat tidak melihat anak hanya berdasarkan keterbatasannya.

Menurutnya, setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. “Dukungan dari keluarga dan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam membantu anak mengembangkan kemampuan tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Misfihul Atlo Zahra menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengenali tanda-tanda awal keterlambatan perkembangan anak. Deteksi dini diperlukan agar anak dapat memperoleh intervensi sesuai dengan kebutuhannya.

“Deteksi dini menjadi langkah penting agar anak memperoleh intervensi sesuai kebutuhannya. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang perkembangan anak menjadi lebih optimal,” ucapnya.

Senada dengan itu, Intan Mutia mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, perbedaan yang dimiliki seorang anak tidak boleh menjadi alasan untuk menganggap mereka tidak mampu.

Ia menilai anak berkebutuhan khusus membutuhkan kesempatan, dukungan, dan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berprestasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....