Bangun Keharmonisan Keluarga dengan Energi Positif

  • 21 Jul 2026 09:43 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Dosen Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Salami, MA, mengajak masyarakat membangun energi positif dalam keluarga melalui akhlak yang baik, komunikasi yang santun, serta rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikannya dalam Dialog Kajian Islami RRI Banda Aceh bertema "Menjaga Energi Positif dalam Keluarga" Jumat 10 Juli 2026.

Menurut Prof. Salami, energi positif dalam perspektif Islam tercermin dari perilaku, perkataan, pikiran, dan perasaan yang termasuk akhlakul karimah. Sebaliknya, sikap yang lahir dari akhlak tercela akan menghadirkan energi negatif yang dapat mengganggu keharmonisan keluarga.

"Semua perbuatan, perkataan, perasaan, dan pikiran yang termasuk akhlakul karimah memiliki energi tinggi. Sebaliknya, akhlak yang buruk akan memancarkan energi negatif," katanya.

Ia menjelaskan, keluarga merupakan tempat pertama yang harus dipenuhi dengan suasana saling melindungi, saling menghargai, dan saling melengkapi. Karena itu, pasangan suami istri sebaiknya lebih banyak memusatkan perhatian pada kelebihan pasangan dibandingkan kekurangannya.

"Kalau kita fokus pada hal-hal baik dari pasangan, kita sedang memancarkan energi positif yang akan menarik kebaikan-kebaikan lainnya dalam rumah tangga," ujarnya.

Prof. Salami menambahkan, ucapan sederhana seperti mengucapkan terima kasih, memberikan apresiasi atas masakan pasangan, atau menyampaikan pujian dengan kata-kata yang santun dapat memperkuat hubungan emosional dalam keluarga.

Sebaliknya, kritik yang disampaikan dengan nada tinggi maupun pilihan kata yang menyakitkan justru memicu munculnya energi negatif dan konflik berkepanjangan.

Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur'an telah memberikan pedoman agar suami istri saling memperlakukan pasangan dengan cara yang baik serta menjadikan keluarga sebagai tempat menghadirkan ketenangan, kasih sayang, dan rahmat Allah.

"Perlakukan pasangan dengan baik. Ucapan, sikap, dan perhatian kecil yang diberikan setiap hari akan menjadi sumber ketenangan dalam keluarga," katanya.

Prof. Salami berharap keluarga muslim menjadikan rumah sebagai tempat yang penuh ketenteraman dengan membiasakan komunikasi yang positif, rasa syukur, dan saling menghormati dalam setiap keadaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....