Sophie's Sunset Library Hadirkan Ruang Literasi Inklusif untuk Semua Kalangan
- 30 Jun 2026 17:51 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Sophie's Sunset Library terus mengembangkan konsep perpustakaan inklusif yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan penyandang disabilitas. Kehadiran ruang literasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang aman, nyaman, dan setara bagi semua.
Co-Founder Sophie's Sunset Library, Raihan Lubis, mengatakan konsep inklusi menjadi prinsip utama dalam pengembangan perpustakaan yang kini hadir di kawasan Pantai Lampuuk, Aceh Besar, dan Kota Banda Aceh. Hal itu disampaikannya dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh pada program Ruang Disabilitas dan Inklusi, Minggu 28 Juni 2026.
"Makna inklusi bagi kami adalah ruang yang dapat diakses dan dinikmati oleh semua orang tanpa memandang latar belakang, kondisi fisik, maupun perbedaan lainnya. Karena itu kami berusaha semaksimal mungkin menghadirkan perpustakaan yang ramah untuk semua kalangan," ujar Raihan.
Ia menjelaskan, Sophie's Sunset Library pertama kali dibangun di kawasan Pantai Lampuuk sebagai bagian dari upaya menghadirkan alternatif wisata edukasi di destinasi wisata pesisir. Menurut Raihan, selama ini wisata pantai identik dengan aktivitas rekreasi bahari. Melalui perpustakaan tersebut, pengunjung diajak menikmati keindahan alam sekaligus memperoleh pengalaman literasi.
Selain mengembangkan wisata edukasi, pihaknya juga ingin memperluas akses literasi bagi masyarakat pesisir yang selama ini memiliki keterbatasan terhadap fasilitas membaca. "Pantai merupakan salah satu destinasi unggulan Aceh. Kami ingin masyarakat yang datang tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga mendapatkan ruang belajar dan membaca," katanya.
Sejak awal berdiri, Sophie's Sunset Library telah berupaya menyediakan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas. Salah satunya dengan menghadirkan kamar mandi yang dapat digunakan oleh pengguna kursi roda di lokasi perpustakaan Pantai Lampuuk.
Meski demikian, Raihan mengakui masih terdapat sejumlah keterbatasan karena perpustakaan memanfaatkan bangunan yang telah ada sehingga belum seluruh fasilitas memenuhi standar aksesibilitas. Pengembangan konsep inklusi juga diwujudkan melalui penyediaan ruang yang ramah anak. Menurut Raihan, keberadaan ruang publik yang aman bagi anak masih terbatas, sehingga pihaknya berupaya menciptakan lingkungan yang nyaman untuk kegiatan membaca, bermain, dan belajar.
"Kami ingin anak-anak memiliki ruang yang aman dan nyaman. Karena itu sejak awal kami berusaha menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan mereka, kemudian berkembang menjadi ruang yang lebih inklusif bagi semua pengunjung," ujarnya.
Saat ini Sophie's Sunset Library juga hadir di kawasan Gampong Geuceu Kompleks, Banda Aceh. Perpustakaan tersebut memanfaatkan sebuah rumah lama yang telah lama tidak digunakan dan diubah menjadi ruang literasi bagi masyarakat. Raihan menjelaskan proses revitalisasi bangunan menghadirkan sejumlah tantangan, terutama dalam menyesuaikan fasilitas agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas. Salah satunya dilakukan dengan memodifikasi akses menuju kamar mandi sehingga pengguna kursi roda tetap dapat menggunakannya meski bangunan memiliki keterbatasan.
Menurutnya, pengembangan aksesibilitas akan terus dilakukan secara bertahap seiring kemampuan lembaga, sehingga seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan anak-anak, dapat menikmati fasilitas perpustakaan secara setara. Melalui konsep perpustakaan inklusif tersebut, Sophie's Sunset Library berharap dapat menghadirkan ruang literasi yang tidak hanya mendorong budaya membaca, tetapi juga memperkuat nilai kesetaraan, inklusi, dan pendidikan bagi seluruh masyarakat Aceh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....