Korban Gempa Venezuela Tembus 1.719 Jiwa, Ini Penyebabnya

  • 30 Jun 2026 08:26 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang Venezuela pada Selasa, 24 Juni 2026, mencapai 1.719 orang. Otoritas Venezuela juga mencatat sekitar 5.000 orang mengalami luka-luka, sementara 12 ribu lainnya mengungsi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 6,76 juta jiwa berpotensi terdampak bencana tersebut, termasuk dua juta penduduk di Caracas. Analisis awal juga menunjukkan sekitar 31,5 persen bangunan di Catia La Mar mengalami kerusakan, sedangkan UNICEF memperkirakan 1,8 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk sekitar 680 ribu anak-anak. Data tersebut masih dapat berubah seiring bertambahnya hasil asesmen lapangan.

Di balik besarnya dampak bencana itu, Venezuela memang merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik tinggi di kawasan Amerika Selatan. Wilayah utara negara tersebut berada tepat di pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan yang terus bergerak aktif.

Berdasarkan kajian Lembaga Investigasi Seismologi Venezuela (FUNVISIS), pergeseran kedua lempeng membentuk sistem patahan aktif atau sesar transform. Pergerakan lempeng sekitar satu hingga dua sentimeter per tahun terus menumpuk energi yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.

Tiga patahan utama menjadi sumber aktivitas seismik di Venezuela, yakni Sesar Boconó di wilayah Andes bagian barat, Sesar San Sebastián di pesisir utara dekat Caracas, serta Sesar El Pilar yang membentang di wilayah timur hingga Negara Bagian Sucre. Ketiga jalur patahan tersebut menjadi penyebab utama gempa besar yang berulang terjadi di negara itu.

Selain berada di atas jalur patahan aktif, sebagian besar gempa di Venezuela juga tergolong gempa dangkal. Menurut FUNVISIS, pusat gempa umumnya berada pada kedalaman kurang dari 30 kilometer sehingga energi yang dilepaskan langsung merambat ke permukaan dan menghasilkan guncangan kuat.

Catatan sejarah menunjukkan Venezuela beberapa kali dilanda gempa besar. Pada 21 Agustus 2018, gempa berkekuatan magnitudo 7,3 mengguncang wilayah Yaguaraparo, Negara Bagian Sucre. Meski termasuk salah satu gempa terbesar dalam beberapa dekade terakhir, dampak kerusakannya relatif terbatas karena pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 120 kilometer.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang Kota Cariaco pada 9 Juli 1997. Gempa yang dipicu aktivitas Sesar El Pilar itu merobohkan sejumlah bangunan, memicu likuefaksi di kawasan pesisir, dan menyebabkan 73 orang meninggal dunia.

Risiko gempa di Venezuela juga diperbesar oleh tingginya konsentrasi penduduk di wilayah utara negara tersebut. PBB dan FUNVISIS mencatat sekitar 80 persen penduduk Venezuela bermukim di koridor yang berdekatan dengan jalur patahan aktif, sehingga gempa berkekuatan besar berpotensi menimbulkan kerusakan luas ketika terjadi di kawasan padat penduduk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....