Takbiran Idul Adha Berapa Hari Dikumandangkan? Ini Penjelasan dan Keutamaannya
- 29 Mei 2026 22:17 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh -Takbiran Idul Adha merupakan salah satu syiar Islam yang dianjurkan untuk mengagungkan Allah SWT menjelang dan selama Hari Raya Idul Adha. Kumandang takbir biasanya mulai terdengar sejak awal bulan Zulhijah, terutama pada malam menjelang 10 Zulhijah. Umat Islam mengumandangkan kalimat takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk rasa syukur serta pengagungan kepada Allah atas berbagai nikmat yang diberikan.
Dalam ajaran Islam, takbir Idul Adha terbagi menjadi dua jenis, yaitu takbir mutlak dan takbir muqayyad. Takbir mutlak dapat dikumandangkan sejak tanggal 1 Zulhijah hingga akhir hari-hari tasyrik, yaitu tanggal 13 Zulhijah. Takbir ini dapat dibaca kapan saja, baik di rumah, masjid, maupun tempat lainnya sebagai bentuk ibadah dan syiar Islam.
Sementara itu, takbir muqayyad adalah takbir yang dibaca setelah salat fardu. Mayoritas ulama menjelaskan bahwa takbir muqayyad dimulai sejak salat Subuh pada 9 Zulhijah atau Hari Arafah hingga salat Asar pada 13 Zulhijah. Dengan demikian, takbiran Idul Adha berlangsung selama beberapa hari dan tidak hanya terbatas pada malam menjelang hari raya.
Dicuplik melalui laman Nu Online Jadi jelasnya, takbir yang dilakukan di Hari Raya Idul Adha dilaksanakan usai shalat dalam rentang waktu 5 hari mulai tanggal 9-13 Dzulhijjah. Ada satu jenis takbir lainnya yakni Takbir Mursal yang waktunya tidak mengacu pada waktu shalat, atau tidak harus dibaca oleh seseorang setiap usai menjalankan ibadah shalat, baik fardu maupun sunnah.
Melalui takbiran Idul Adha, umat Islam diingatkan untuk selalu mengagungkan Allah dan meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS. Oleh karena itu, takbir tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah SWT selama momentum Idul Adha dan hari-hari tasyrik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....