Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah Lengkap dengan Bacaan Niat

  • 25 Mei 2026 17:03 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah. Kedua puasa tersebut diyakini memiliki keutamaan besar, terutama bagi muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, mengatakan puasa pada awal Dzulhijjah termasuk amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh menjelang Iduladha.

“Puasa Arafah memiliki keutamaan luar biasa karena dapat menghapus dosa dua tahun, yakni satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang,” ujar Cholil Nafis dikutip dari laman resmi MUI.

Berdasarkan hasil sidang isbat pemerintah, 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, sehingga puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah atau Senin, 25 Mei 2026 dan sedangkan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah atau Selasa, 26 Mei 2026.

Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam juga mengajak umat Islam memanfaatkan momentum tersebut untuk memperbanyak ibadah sunnah, termasuk puasa, zikir, dan sedekah.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR Muslim).

Sementara itu, mengenai puasa Tarwiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui NU Online menjelaskan bahwa puasa Tarwiyah termasuk amalan sunnah yang dianjurkan ulama, meskipun sebagian riwayat tentang keutamaannya memiliki derajat hadis yang lemah. Namun, amalan tersebut tetap dianjurkan sebagai bagian dari ibadah pada hari-hari utama Dzulhijjah.

Selain menjadi sarana meningkatkan ketakwaan, puasa Tarwiyah dan Arafah juga menjadi momentum memperbanyak amal saleh menjelang Hari Raya Iduladha.

Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah:

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya:

“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Sedangkan niat puasa Arafah adalah:

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya:

“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Puasa sunnah tersebut dilaksanakan sebagaimana puasa pada umumnya, yakni dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Kementerian Agama juga mengingatkan puasa Arafah sangat dianjurkan bagi muslim yang tidak sedang menjalankan ibadah haji di Padang Arafah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....