Hari Raya Idul Adha Kembali Menjadi Momentum Refleksi bagi Umat Islam

  • 17 Mei 2026 22:54 WIB
  •  Banda Aceh

RRI. CO.ID, Banda Aceh — Hari raya Idul Adha kembali menjadi momentum refleksi bagi umat Islam tentang makna pengorbanan yang sesungguhnya. Bukan sekadar menyembelih hewan qurban, semangat Idul Adha dimaknai sebagai transisi dari ibadah personal menuju kepedulian sosial yang nyata.

Ustadz Syamsul Idul Adha, SE, ME, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, menegaskan bahwa inti dari Idul Adha terletak pada peneladanan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, hal tersebut disampaikan saat wawamcara bersama RRI, Jumat 15 Mei 2026

Menurut Ustadz Syamsul, peristiwa qurban mengajarkan penyerahan diri total kepada Allah SWT. "Idul Adha menguji seberapa jauh kita mampu mengorbankan hal yang paling kita cintai demi ketaatan. Di situlah lahir keikhlasan yang menjadi fondasi ibadah lainnya," jelasnya.

Ia menambahkan, tanpa keikhlasan, ritual qurban hanya berhenti pada seremonial. Keikhlasan inilah yang kemudian mendorong seseorang untuk melihat keluar dari dirinya sendiri.

Distribusi daging qurban, kata Ustadz Syamsul, bukan sekadar pembagian makanan. Itu adalah mekanisme Islam untuk membangun solidaritas. "Daging yang dibagikan adalah simbol. Pesan utamanya: jangan ada tetangga yang kelaparan saat kita merayakan. Di sinilah ibadah naik kelas menjadi kepedulian umat," ujarnya.

Ia menekankan bahwa semangat ini relevan di tengah tantangan ekonomi saat ini. Idul Adha mengingatkan bahwa kekuatan umat terletak pada kemampuan berbagi dan saling menguatkan.

Di era modern, bentuk pengorbanan tidak selalu berupa hewan. Ustadz Syamsul menyebut waktu, tenaga, ilmu, dan harta untuk kepentingan umat juga bagian dari ruh Idul Adha. "Mahasiswa, dosen, pengusaha, semua punya peran. Pengorbanan itu adalah menunda ego pribadi demi kemaslahatan bersama," katanya.

Ia berharap perayaan Idul Adha tahun ini tidak berhenti pada euforia sehari, tetapi menjadi starting point untuk gerakan sosial yang berkelanjutan di lingkungan kampus, masjid, dan masyarakat.

Idul Adha mengajak setiap Muslim untuk naik level: dari yang taat secara ritual menjadi yang peduli secara sosial. Seperti yang disampaikan Ustadz Syamsul, "Jika ibadah qurban tidak membuat kita lebih peka pada penderitaan orang lain, maka kita perlu bertanya lagi pada diri sendiri tentang makna pengorbanan itu." tutupnya

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....