Sensus Ekonomi 2026 Catat Pertumbuhan Usaha di Aceh
- 07 Mei 2026 21:01 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat perkembangan usaha di Aceh meningkat signifikan menjelang Sensus Ekonomi 2026. Pendataan terbaru menunjukkan jumlah usaha hampir dua kali lipat dibandingkan sensus sebelumnya.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, SST., M.S.i mengatakan sensus ekonomi terakhir dilakukan pada 2016. Sensus ekonomi dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun berakhiran angka enam.
Ia menyebut perkembangan usaha selama sepuluh tahun terakhir berlangsung sangat dinamis. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 dinilai penting melihat gambaran baru kondisi usaha di Aceh.
“Dari 2016 ke 2026 ini sangat dinamis perkembangan usaha dan lain-lain,” kata Agus dalam Dialog Banda Aceh Menyapa, Selasa, 5 Mei 2026.
BPS Aceh kini melakukan persiapan melalui pendataan awal berbagai sektor usaha. Pendataan melibatkan asosiasi pengusaha, dinas terkait, hingga Kamar Dagang dan Industri.
Agus menjelaskan perkembangan jumlah usaha terlihat cukup signifikan dibandingkan 2016. “Perkembangannya cukup signifikan dibandingkan tahun 2016 hampir dua kali lipat,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian besar usaha di Aceh masih didominasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Sektor UMKM dinilai berkembang cepat dan memiliki dinamika tinggi di lapangan.
Ia mengatakan kondisi usaha UMKM dapat berubah dalam waktu singkat. Sebagian usaha yang sebelumnya terdata, belum tentu masih beroperasi saat pendataan berikutnya.
Pendataan lapangan secara door to door dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026. Sementara Mei 2026 difokuskan pada pendataan usaha besar melalui pengisian mandiri secara daring.
BPS Aceh mengirim tautan pengisian data melalui surat elektronik dan WhatsApp kepada pelaku usaha besar. Langkah itu dilakukan untuk memudahkan pengisian dan menjaga kerahasiaan data usaha.
Agus berharap pelaku usaha dapat mengisi data secara lengkap dan akurat selama masa pendataan berlangsung. Data sensus ekonomi diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi Aceh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....