Digital Ganggu Kedekatan Keluarga dan Mental Anak
- 20 Apr 2026 05:41 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Fenomena penggunaan gawai di meja makan dinilai berdampak pada kesehatan mental anak dan remaja. Kehadiran fisik tanpa keterlibatan emosional disebut memicu masalah psikologis dalam keluarga.
Duta Kesehatan Mental, Esti Wulandari, menyebut kondisi ini sebagai absent presence dalam kehidupan keluarga modern. Ia mengatakan, anggota keluarga hadir fisik namun tidak terhubung secara emosional.
“Fenomena ini menciptakan absent presence, kita hadir fisik tapi mental tidak bersama keluarga,” ujar Esti, Minggu, 19 April 2026. Ia menjelaskan kondisi ini sering terjadi saat waktu makan bersama.
Menurutnya, meja makan seharusnya menjadi ruang interaksi dan berbagi cerita antar anggota keluarga. Namun, notifikasi gawai sering mengganggu momen kebersamaan tersebut.
Akibatnya, anak kehilangan ruang untuk mengekspresikan emosi dan berbagi pengalaman. Kondisi ini dapat meningkatkan rasa kesepian dan kecemasan pada anak dan remaja.
“Anak kehilangan kesempatan memproses emosi dan bahkan sekadar bercerita,” katanya. Ia menambahkan, kondisi ini berdampak jangka panjang pada kesehatan mental keluarga.
Esti juga menyoroti perbedaan generasi dalam memandang kesehatan mental. Menurutnya, generasi sekarang lebih terbuka dibandingkan generasi sebelumnya.
Ia menjelaskan, dahulu isu kesehatan mental dianggap tabu dan cenderung disembunyikan. Kini, generasi muda lebih memahami dan berani menyuarakan kebutuhan mereka.
Meski demikian, Esti mengingatkan pentingnya menjaga adab saat berkomunikasi dengan orang tua. Keterbukaan tetap harus diimbangi dengan kesantunan dalam keluarga.
Selain itu, perkembangan teknologi membuat anak menjadi digital native sejak lahir. Kondisi ini membuat keterikatan dengan gawai sulit dihindari.
Ia menyebut, kemudahan akses informasi melalui teknologi dapat menggeser peran orang tua. Anak cenderung mencari jawaban dari teknologi dibandingkan berdiskusi dengan keluarga.
“Teknologi seharusnya membantu manusia, bukan menggantikan peran hubungan antar manusia,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya menjaga hubungan sosial dalam keluarga.
Esti mengimbau orang tua untuk lebih bijak dalam penggunaan gawai di rumah. Ia juga mendorong keluarga menciptakan waktu berkualitas tanpa gangguan teknologi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....