Komunitas Disabilitas Didorong Beralih ke Pemberdayaan
- 20 Apr 2026 05:20 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pendekatan terhadap penyandang disabilitas didorong bergeser dari belas kasihan menuju pemberdayaan. Perubahan ini dinilai penting untuk meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri mereka.
Ketua Unit Layanan Disabilitas PSGA UIN Ar-Raniry, Harri Santoso, S.Psi.,M.Ed menilai kesadaran masyarakat mulai meningkat. Ia menyebut komunitas ramah disabilitas kini semakin banyak bermunculan di berbagai daerah.
“Pendekatan tidak lagi sekadar kasihan, tapi bagaimana mereka menjadi subjek pembangunan,” ujar Harri, Minggu, 19 April 2026. Ia menegaskan semangat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 mengarah pada pemberdayaan.
Menurutnya, penyandang disabilitas perlu diperlakukan setara tanpa melihat kekurangan. Mereka harus diberi kesempatan untuk mandiri dan berkontribusi dalam kehidupan sosial.
Harri mengakui Banda Aceh sudah menunjukkan kemajuan dalam fasilitas ramah disabilitas. Namun, masih terdapat kekurangan pada implementasi dan pengawasan di lapangan.
Ia mencontohkan guiding block yang tidak terhubung dengan baik dan trotoar sulit diakses kursi roda. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya perbaikan berkelanjutan dan perencanaan lebih matang.
Pendekatan berbasis belas kasihan dinilai dapat menghambat kemandirian penyandang disabilitas. “Jika terus dikasihani, mereka akan terbiasa bergantung pada bantuan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya pendidikan dan dukungan untuk membangun kemampuan individu. Dengan demikian, penyandang disabilitas mampu bertahan dan berkembang secara mandiri.
Harri juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan disabilitas. Tidak hanya Dinas Sosial, tetapi juga pendidikan, kesehatan, dan tenaga kerja harus terlibat.
Selain itu, penggunaan istilah yang tepat dinilai penting untuk menjaga martabat penyandang disabilitas. Ia mengimbau masyarakat meninggalkan istilah lama yang berpotensi merendahkan.
Harri berharap keluarga dan masyarakat aktif mendukung proses pendidikan inklusif. Ia menegaskan penyandang disabilitas bukan objek, melainkan subjek yang memiliki potensi besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....