Program Vokasi tanpa Batas Menjadi Jembatan Baru Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus

  • 19 Apr 2026 20:28 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Program “Vokasi Tanpa Batas” menjadi jembatan baru bagi siswa berkebutuhan khusus untuk masuk ke dunia kerja. Di SLB YABDI Banda Aceh, program ini dijalankan dengan pendekatan keterampilan yang disesuaikan minat dan potensi tiap anak. Kepala SLB YABDI Banda Aceh, Heni Ekawati, S.Pd , M.Pd., mengatakan program ini lahir dari keresahan melihat lulusan SLB yang masih sulit mendapat akses pekerjaan layak, hal tersebut disampaikan saat diwawancara RRI, Minggu 8 Maret 2026

“Kita tidak bisa hanya berhenti di ijazah. Anak-anak harus punya bekal vokasi yang nyata dan bisa dipakai untuk mandiri. Prinsipnya: tanpa batas. Tidak ada batasan untuk belajar, berkarya, dan bekerja,” ujar Heni

Vokasi Tanpa Batas di SLB YABDI mencakup beberapa unit keterampilan: tata boga, tata busana, kriya, teknologi informasi dasar, hingga layanan jasa seperti laundry dan barista. Siswa didampingi guru produktif dan mentor dari dunia usaha selama praktik.

“Kami petakan dulu kekuatan anak. Ada yang kuat di motorik halus, kami arahkan ke menjahit dan kriya. Ada yang komunikatif, kami latih jadi barista atau frontliner UMKM,” jelas Heni.

Kunci program ini ada di kemitraan. SLB YABDI sudah menggandeng beberapa kafe, penjahit, UMKM kuliner, dan hotel di Banda Aceh untuk program magang terstruktur. Siswa tidak hanya “ikut-ikutan”, tapi punya target capaian kerja yang dinilai bersama mitra.

“Tahun ini sudah 14 siswa magang, 6 di antaranya langsung ditawari kerja paruh waktu. Ini bukti kalau diberi kesempatan dan pendampingan, anak-anak SLB mampu,” tambah Heni.

Berbeda dengan vokasi umum, SLB YABDI memakai asesmen fungsional untuk menyusun Individualized Transition Program. Tujuannya agar keterampilan yang dipelajari benar-benar relevan dengan peluang kerja di Banda Aceh. Soft skill seperti disiplin waktu, komunikasi, dan pengelolaan uang juga masuk dalam modul wajib, ucap Heni

Heni menegaskan, peran orang tua sangat krusial. Sekolah rutin menggelar “kelas orang tua” agar pola pendampingan di rumah sejalan dengan di sekolah dan tempat magang.

Heni berharap konsep Vokasi Tanpa Batas bisa direplikasi SLB lain di Aceh. Ia juga mendorong pemerintah daerah dan pelaku usaha memberi ruang lebih luas lewat kuota tenaga kerja disabilitas dan insentif bagi mitra magang.

“Anak-anak kami bukan butuh dikasihani. Mereka butuh dipercaya. Kalau akses dibuka, mereka akan membuktikan bisa berkontribusi,” tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....