MIN 27 Aceh Besar Kembangkan Pengelolaan Sampah Edukatif

  • 13 Apr 2026 16:49 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Besar - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 27 Aceh Besar mengembangkan pengelolaan sampah berbasis edukasi lingkungan bagi siswa. Program ini mendorong perubahan perilaku siswa agar peduli kebersihan sejak dini.

Kepala MIN 27 Aceh Besar, Naswati,S.Ag. mengatakan program ini berawal dari kebiasaan lama membakar sampah. Sekolah kemudian beralih ke pengolahan sampah setelah mendapat edukasi saat mengikuti lomba sekolah sehat.

“Sebelumnya sampah hanya dipilah, namun tidak diolah dan akhirnya dibakar,” kata Naswati, Sabtu, 11 April 2026. Ia menyebut pembakaran dihentikan karena berdampak buruk bagi lingkungan.

Sekolah kemudian mengembangkan berbagai kegiatan kreatif berbasis sampah bersama siswa. Sampah plastik dan barang bekas diolah menjadi karya seni dan produk bernilai guna.

“Kami membuat miniatur, bunga, tas, hingga dekorasi panggung dari bahan bekas,” ujarnya. Kegiatan ini melibatkan siswa dalam pembelajaran kreatif dan ramah lingkungan.

Program pengelolaan sampah juga diperkuat melalui pembentukan tim siswa bernama Gisel. Tim ini bertugas mengedukasi teman sebaya tentang pemilahan dan pengelolaan sampah.

Menurut Naswati, tim Gisel aktif melakukan sosialisasi dan pengawasan kebersihan di lingkungan sekolah. Mereka juga melaporkan kondisi sampah setiap hari kepada guru.

“Anak-anak saling mengingatkan agar membuang sampah sesuai jenisnya,” ucapnya. Pendekatan ini dinilai efektif membangun kebiasaan positif di kalangan siswa.

MIN 27 Aceh Besar juga bekerja sama dengan berbagai pihak dalam pengelolaan sampah. Di antaranya UNICEF, komunitas lingkungan, serta bank sampah untuk mendukung program tersebut.

Selain itu, siswa dilatih mendaur ulang sampah melalui kegiatan praktik langsung di lapangan. Hasilnya, sampah tidak hanya berkurang, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.

“Plastik bekas kami jual atau ditukar, hasilnya digunakan untuk kegiatan siswa,” katanya. Hal ini sekaligus menanamkan nilai kewirausahaan kepada peserta didik.

Meski demikian, tantangan tetap ada terutama dalam menjaga konsistensi program. Naswati menyebut pengawasan rutin dan kerja sama tim menjadi kunci keberhasilan.

Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi sekolah lain. Kesadaran pengelolaan sampah dinilai penting untuk mencegah dampak lingkungan di masa depan.

“Kami ingin anak-anak peduli lingkungan sejak dini dan membawa kebiasaan ini ke rumah,” ujarnya. Dukungan orang tua dinilai penting agar edukasi di sekolah berlanjut di lingkungan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....