Addicted to Likes: Hidup Terkontrol Oleh Opini Netizen
- 09 Apr 2026 18:16 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Fenomena ketergantungan terhadap “likes” di media sosial kini menjadi perhatian, terutama di kalangan generasi muda Hal ini disampaikan Haifa Ghalda selaku ketua Korwil PII Wati Acehdalam dialog bersama Pro2 RRI Banda Aceh, pada Rabu, 8 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa banyak orang saat ini menjadikan jumlah “likes”, komentar, dan views sebagai tolok ukur nilai diri. “Tanpa disadari, seseorang bisa merasa lebih berharga ketika mendapat banyak respons positif dari netizen, dan sebaliknya merasa rendah ketika responsnya minim,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini dapat membuat individu kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Keputusan yang diambil sering kali bukan lagi berdasarkan kebutuhan atau nilai pribadi, melainkan demi mendapatkan pengakuan dari publik di dunia maya.
Lebih lanjut, Ia menilai bahwa tekanan sosial dari netizen juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Rasa cemas, tidak percaya diri, hingga stres menjadi dampak yang sering muncul akibat keinginan untuk terus tampil sempurna di media sosial.
“Ketika hidup mulai dikontrol oleh opini netizen, maka identitas diri bisa menjadi kabur. Orang cenderung menampilkan versi dirinya yang diinginkan publik, bukan dirinya yang sebenarnya,” tambahnya.
Pentingnya literasi digital dan kesadaran diri dalam menggunakan media sosial. “Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi respons dari netizen serta tidak menjadikannya sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.” pungkasnya.
Ia mengajak generasi muda di Banda Aceh untuk kembali menempatkan media sosial sebagai alat, bukan sebagai penentu arah hidup. “Gunakan media sosial untuk hal positif, bukan untuk mencari validasi semata,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....