Ini yang Harus Dilakukan jika Berada di Wilayah Rawan Gempa Bumi

  • 02 Apr 2026 16:00 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai langkah-langkah mitigasi gempa bumi. Masyarakat dapat memahami prosedur keselamatan sebelum, saat, dan sesudah bencana terjadi.

Mengutip situs BMKG, kunci utama dalam menghadapi gempa bumi adalah mengenali lingkungan tempat tinggal dan bekerja. BMKG menyarankan masyarakat untuk memastikan struktur rumah tahan terhadap bahaya gempa, seperti longsor atau likuifaksi. Perabotan rumah tangga seperti lemari atau kabinet sebaiknya diatur menempel ke dinding dengan kuat agar tidak roboh saat guncangan terjadi.

Selain itu, setiap keluarga disarankan menyiapkan alat darurat seperti kotak P3K, senter, radio, serta cadangan makanan dan air. Mematikan air, gas, dan listrik saat tidak digunakan juga menjadi langkah rutin untuk mencegah kebakaran pasca-gempa.

Jika berada di dalam bangunan, segera lindungi kepala dan badan dari reruntuhan dengan bersembunyi di bawah meja. Bagi masyarakat yang berada di luar ruangan, hindari berdiri di dekat gedung, tiang listrik, atau pohon yang berisiko tumbang.

Bagi masyarakat yang sedang berkendara, diimbau untuk segera turun dan menjauh dari mobil guna menghindari pergeseran kendaraan atau risiko kebakaran. Khusus bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir, segera jauhi pantai untuk menghindari potensi tsunami. Sementara itu, bagi masyarakat yang berada di pegunungan, waspadai ancaman tanah longsor.

Setelah guncangan mereda, evakuasi harus dilakukan secara tertib menggunakan tangga biasa dan dilarang menggunakan lift. Segera periksa lingkungan sekitar dari adanya kebocoran gas, arus pendek listrik, maupun potensi kebakaran.

BMKG mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru masuk kembali ke dalam bangunan yang sudah terkena gempa karena risiko gempa susulan. Informasi resmi mengenai gempa bumi sebaiknya dipantau melalui radio guna menghindari isu atau berita bohong.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu berdoa demi keselamatan bersama. Upaya pengisian angket dari instansi terkait setelah bencana juga diperlukan untuk membantu pendataan tingkat kerusakan di lokasi kejadian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....