Tren Gempa Aceh Awal 2026 Didominasi Magnitudo Kecil
- 25 Feb 2026 09:02 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Aktivitas gempa bumi di Aceh sepanjang Januari hingga Februari 2026 tercatat cukup tinggi, namun mayoritas berkekuatan kecil dan tidak merusak. Hal itu mengemuka dalam Dialog Tanggap Bencana yang digelar di RRI Banda Aceh pada Selasa (24/2/2026).
Observer Gempabumi Stasiun Geofisika Aceh Besar, Tommy Ardiyansyah, mengatakan bahwa selama Januari 2026 wilayah Aceh dan sekitarnya mencatat ratusan kejadian gempa dengan intensitas yang bervariasi. “Sebagian besar gempa yang terjadi berkekuatan di bawah magnitudo 3 dan tidak dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Tommy, hanya sebagian kecil gempa yang dirasakan, umumnya dengan magnitudo di atas 3 hingga mendekati 5. Ia menegaskan bahwa tidak ada gempa besar yang berpotensi tsunami dalam periode Januari. Aktivitas tersebut, jelasnya, merupakan bagian dari dinamika tektonik Aceh yang berada di zona pertemuan lempeng aktif.
“Secara statistik, frekuensi gempa memang cukup sering. Namun dari sisi energi yang dilepaskan, sebagian besar tergolong kecil. Ini penting dipahami masyarakat agar tidak menimbulkan kepanikan,” kata Tommy.
Memasuki Februari 2026, aktivitas gempa masih berlangsung dengan karakteristik serupa, yakni didominasi gempa dangkal berkekuatan kecil hingga menengah. Beberapa kejadian tercatat dirasakan di sejumlah wilayah, tetapi tidak menimbulkan kerusakan signifikan.

Sementara itu, Analis Kebencanaan Ahli Muda, Yudhie Satria, SST., MPSSp., menekankan pentingnya literasi kebencanaan di tengah tingginya frekuensi gempa. Ia menjelaskan bahwa tren gempa yang fluktuatif perlu disikapi dengan kesiapsiagaan, bukan ketakutan.
“Gempa bumi tidak bisa diprediksi secara pasti kapan akan terjadi. Karena itu, yang bisa kita lakukan adalah memperkuat kesiapsiagaan keluarga dan komunitas, termasuk memahami jalur evakuasi dan prosedur keselamatan,” ujar Yudhie.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi resmi dari instansi berwenang dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi. Menurutnya, pemahaman terhadap data dan fakta kebencanaan menjadi kunci dalam membangun ketangguhan daerah.
Dialog tersebut menegaskan bahwa meski Aceh termasuk wilayah dengan aktivitas seismik tinggi, mayoritas gempa pada awal 2026 berskala kecil. Pemerintah dan pemangku kepentingan terus memantau perkembangan serta mendorong edukasi publik guna memperkuat budaya sadar bencana di tengah masyarakat.