Warga Banda Aceh Diajak Kelola Sampah Bernilai Ekonomi
- 21 Sep 2026 15:55 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pengelolaan sampah dari tingkat masyarakat masih menghadapi tantangan, terutama dalam mengubah kebiasaan warga untuk memilah dan menyetorkan sampah yang memiliki nilai ekonomi. Edukasi dan sosialisasi dinilai penting untuk mendorong perubahan perilaku tersebut.
Keuchik Gampong Kota Baru, Banda Aceh, Eddy Erwinsyah, ST mengatakan tantangan utama dalam mengajak masyarakat mengelola sampah adalah mengubah pola pikir. Sebagian warga masih menganggap membuang sampah merupakan cara yang lebih praktis dibandingkan memilah dan mengumpulkannya.
“Tantangan terbesar sudah pasti mindset. Mindset susah untuk kalau mikir warga itu istilahnya maunya praktis, daripada sibuk kumpul-kumpul lebih bagus buang aja. Jadi itu memang sampai hari ini masih menjadi tantangan bagi kami untuk mengubah mindset warga,” ujar Eddy dalam dialog Green Radio RRI Banda Aceh, Sabtu 29 September 2026.
Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan melalui berbagai kegiatan masyarakat, termasuk arisan ibu-ibu, mulai menunjukkan hasil positif. Dalam kegiatan tersebut, pihak bank sampah memperkenalkan mekanisme pengelolaan serta jenis sampah yang dapat ditampung dan memiliki nilai jual. “Kini, semakin banyak warga, khususnya ibu-ibu, yang mulai mengumpulkan sampah bernilai ekonomi,” tambahnya.
Eddy menjelaskan, warga cukup membawa sampah yang telah dikumpulkan ke bank sampah untuk ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan. Hasil penjualan sampah kemudian dikonversi menjadi nilai uang berdasarkan berat timbangan. Ia mengajak masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber nilai ekonomi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....