Kemenkes Jadikan CKG Pintu Masuk Tangani Masalah Kesehatan Siswa
- 31 Agt 2026 18:19 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kementerian Kesehatan menjadikan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah sebagai pintu masuk kesehatan siswa. Program tersebut mendeteksi dan menangani masalah kesehatan, mulai dari gigi berlubang, anemia, hingga obesitas.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono saat meninjau CKG Anak Sekolah. Kegiatan berlangsung di SMPN 5 Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 28 Agustus 2026.
Peninjauan dilakukan bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan turut mengikuti kegiatan tersebut.
Dante mengatakan edukasi penting untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan generasi Indonesia yang unggul. Ia menegaskan hasil pemeriksaan CKG harus ditindaklanjuti melalui kerja sama lintas sektor.
Seperti dikutip RRI.CO.ID dari laman Kementerian Kesehatan RI, CKG telah melayani 15,2 juta siswa hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut berasal dari total target 50 juta anak sekolah di seluruh Indonesia.
Hasil pemeriksaan menunjukkan karies gigi menjadi temuan kesehatan tertinggi secara nasional. Karies gigi atau gigi berlubang ditemukan pada 40,9 persen anak usia sekolah.
Temuan lainnya meliputi anemia pada remaja putri, peningkatan tekanan darah, dan serumen impaksi. Serumen impaksi merupakan penumpukan kotoran telinga yang menjadi salah satu temuan pemeriksaan.
Di Kota Bogor, kasus gigi berlubang pada siswa mencapai 48,79 persen. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena melaporkan cakupan CKG telah mencapai 49,62 persen.
Capaian tersebut didukung inovasi jemput bola CKG Smart yang dilakukan secara mobile dan responsif. Program itu memberikan terapi awal terintegrasi langsung kepada siswa di sekolah-sekolah.
Selain masalah gigi, anak Indonesia juga menghadapi beban ganda masalah gizi. Gizi kurang masih ditemukan, sementara kasus gizi lebih atau obesitas secara nasional mencapai 7,2 persen.
Kemenkes mengintegrasikan CKG dengan target intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Program tersebut mencakup kesehatan sebelum hamil, masa kehamilan hingga bayi lahir, baduta, serta penguatan fasilitas kesehatan.
CKG jenjang SMP dan SMA menjadi wadah intervensi kesehatan remaja sebelum memasuki fase kehamilan. Langkah tersebut diharapkan mempersiapkan remaja menjadi calon orang tua yang sehat.
Sementara itu, Fajar Riza menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membentuk budaya hidup sehat. Menurutnya, CKG dilaksanakan di ruang pendidikan sehingga hasil pemeriksaannya perlu ditindaklanjuti bersama.
Fajar menyebut CKG sebagai Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut sekaligus menjadi implementasi Asta Cita keempat yang menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....