SEMA Pascasarjana UIN Ar-Raniry Bangun Kolaborasi Akademik Mahasiswa
- 27 Agt 2026 16:45 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh - Senat Mahasiswa (SEMA) Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh terus memperkuat perannya sebagai wadah aspirasi mahasiswa sekaligus mitra pendukung dalam pengembangan budaya akademik di lingkungan Pascasarjana.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum SEMA Pascasarjana UIN Ar-Raniry periode 2026–2027, Rajulul Azka, dalam program siaran Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) Programa 1 RRI Banda Aceh, Selasa (25/8/2026). Ia hadir bersama M. Rizaldi Akbar, M.Pd., demisioner Ketua Umum SEMA Pascasarjana UIN Ar-Raniry.
Rajulul menjelaskan, SEMA Pascasarjana merupakan organisasi mahasiswa yang menjalankan fungsi legislatif di lingkungan Pascasarjana. Organisasi tersebut berperan menampung aspirasi, keluhan, serta kebutuhan mahasiswa program magister dan doktoral.
Selain menjadi wadah aspirasi, SEMA Pascasarjana diarahkan untuk memperkuat budaya akademik. Menurut Rajulul, organisasi mahasiswa tersebut berupaya menjadi mitra pendukung Pascasarjana melalui kegiatan yang berkaitan dengan riset, publikasi ilmiah, diskusi akademik, serta pengawalan berbagai isu pendidikan dan persoalan yang berkembang di Aceh.
Untuk periode kepengurusan 2026–2027, SEMA Pascasarjana mengusung visi menjadi organisasi yang aktif, kolaboratif, dan mampu berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Implementasinya dilakukan dengan mengawal berbagai persoalan mahasiswa, membangun komunikasi internal, serta memperluas jejaring dengan alumni, pemangku kepentingan, dan pihak pemerintahan.
Rajulul mengatakan, karakteristik mahasiswa Pascasarjana yang memiliki kesibukan akademik dan pekerjaan menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun program organisasi. Karena itu, kegiatan yang dirancang diarahkan agar memiliki manfaat langsung bagi mahasiswa, terutama dalam mendukung penyelesaian tesis dan disertasi.
Sejumlah program yang disiapkan antara lain pelatihan penulisan ilmiah, publikasi ilmiah, pengelolaan referensi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara tepat dalam kegiatan akademik. SEMA juga berencana melanjutkan penyelenggaraan konferensi internasional yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempresentasikan karya ilmiah sekaligus memperoleh peluang publikasi.
Sementara itu, demisioner Ketua Umum SEMA Pascasarjana UIN Ar-Raniry, M. Rizaldi Akbar, M.Pd., mengatakan salah satu pengalaman paling berkesan selama memimpin organisasi adalah menyatukan mahasiswa dengan latar belakang yang beragam.
Mahasiswa Pascasarjana, kata Rizaldi, memiliki kondisi yang berbeda dengan mahasiswa jenjang sarjana. Sebagian mahasiswa telah bekerja dan berkeluarga sehingga memiliki keterbatasan waktu untuk mengikuti kegiatan organisasi. Meski demikian, ia menilai konsistensi menjadi kunci agar roda organisasi tetap berjalan.
Rizaldi juga menceritakan pengalaman SEMA Pascasarjana terlibat dalam kegiatan relawan pendidikan ketika Aceh dilanda banjir. Saat itu, pengurus turun ke Pidie Jaya dan Aceh Tamiang untuk membantu menjaga keberlangsungan proses belajar anak-anak terdampak bencana.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk menghentikan kegiatan. Dukungan dari pimpinan Pascasarjana dan Ikatan Alumni ITB turut membantu pelaksanaan kegiatan tersebut. Di Aceh Tamiang, kegiatan relawan pendidikan berlangsung sekitar satu pekan dan dipusatkan di kantor bupati.
Dalam pengembangan budaya akademik, SEMA Pascasarjana juga mendorong kegiatan berbagi pengetahuan, bedah buku, klinik penulisan tesis, hingga kegiatan “Ngopi Disertasi” bagi mahasiswa program doktoral. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun budaya riset dan publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa.
Untuk menjaga komunikasi antara mahasiswa dan birokrasi kampus, SEMA menempatkan pelayanan dan mediasi sebagai bagian penting dari perannya. Aspirasi mahasiswa diupayakan tidak hanya disampaikan, tetapi juga difasilitasi melalui komunikasi dengan pihak terkait dan pertemuan bersama pimpinan kampus apabila diperlukan.
Rizaldi menilai kemampuan berorganisasi juga penting bagi mahasiswa Pascasarjana. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada pencapaian gelar, tetapi juga membentuk kemampuan mengelola waktu, kepemimpinan, dan pengalaman berkontribusi kepada masyarakat.
Ia berharap mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui kegiatan organisasi dan pengabdian masyarakat. Hasil penelitian tesis maupun disertasi juga diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat menjadi referensi dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat serta pembangunan Aceh.
SEMA Pascasarjana UIN Ar-Raniry juga tengah membangun kolaborasi dengan pihak internal kampus, termasuk program studi dan dosen, serta pihak eksternal seperti alumni. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kegiatan kajian ilmiah, diskusi, riset, dan pengembangan kapasitas mahasiswa.
Rizaldi juga berpesan kepada pengurus SEMA agar menjaga dua hal utama, yakni konsistensi dan kolaborasi. Ia menilai keduanya penting agar organisasi tetap berjalan meskipun para pengurus memiliki kesibukan akademik, pekerjaan, dan keluarga.
Ia juga mengajak generasi muda Aceh untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurut Rizaldi, pendidikan membutuhkan kesabaran dan perjuangan, tetapi ilmu yang diperoleh diharapkan dapat kembali dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi bagi Aceh dan masyarakat.
Melalui penguatan aspirasi, budaya akademik, riset, publikasi, dan pengabdian masyarakat, SEMA Pascasarjana UIN Ar-Raniry diharapkan tidak hanya menjadi organisasi internal mahasiswa, tetapi juga ruang pembelajaran kepemimpinan dan kontribusi sosial bagi mahasiswa magister dan doktoral.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....