Gerakan Anak Muda Membuka Jalan Inklusi Sosial
- 18 Agt 2026 08:00 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh – Anak muda dan komunitas dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat gerakan inklusi sosial di Aceh, khususnya dalam membuka ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas. Hal itu mengemuka dalam siaran Ruang Disabilitas dan Inklusi Programa 1 RRI Banda Aceh, Minggu (16/8/2026), dengan tema “Peran Anak Muda & Komunitas dalam Gerakan Inklusi Sosial”, menghadirkan Founder Ruang Lingkup Harir Rizky Tullah, S.Sos dan anggota Tim Ruang Lingkup Rara Gendes Bidari.
Harir mengatakan, keterlibatan anak muda dalam kegiatan sosial tidak harus dimulai dengan dukungan dana besar. Menurutnya, kemauan, ide dan kepedulian menjadi modal utama untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat. Ruang Lingkup juga membuka sejumlah kegiatan tanpa biaya bagi peserta melalui proses seleksi. “Sekecil apa pun kontribusinya tentu bisa,” ujar Harir.
Dalam membangun kepercayaan publik, Ruang Lingkup mengedepankan transparansi, termasuk dalam penggalangan dan penyaluran dana. Disisi lain Rara menjelaskan, setiap dana yang dihimpun, baik secara langsung maupun daring, dicatat dan diperbarui melalui media sosial. Informasi mengenai penggunaan dan penyaluran bantuan juga dipublikasikan agar masyarakat dapat mengetahui prosesnya.

Rara menegaskan, penyandang disabilitas tidak semestinya hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga harus diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Pohon Harapan, yang mengajak anak-anak menyampaikan cita-cita dan harapan mereka. Ke depan, komunitas juga mendorong kegiatan keterampilan seperti kerajinan tangan agar penyandang disabilitas memiliki ruang untuk berkarya dan mengembangkan kemandirian.
Harir dan Rara mengajak lebih banyak anak muda terlibat langsung dalam kegiatan sosial, lingkungan, pendidikan dan disabilitas. Ruang Lingkup dalam waktu dekat juga akan menggelar kegiatan “Healing Tanpa Meninggalkan” di Desa Lambung, Banda Aceh, dengan membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan. Rara mengingatkan anak muda untuk tidak berhenti pada aktivitas di ruang digital, tetapi ikut bergerak di masyarakat karena kontribusi kecil sekalipun dapat memberikan dampak bagi banyak orang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....