Mahasiswa KKN USK Edukasi Tas Siaga Bencana dan GERADAM Warga Cut Langien
- 24 Jul 2026 17:00 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Pidie Jaya - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 Periode XXIX melaksanakan program edukasi mengenai Tas Siaga Bencana dan GERADAM (Gerakan Administrasi Dokumen Aman) bagi masyarakat Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat, 24 Juli 2026.
Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan dengan metode dari rumah ke rumah (door-to-door) ini bertujuan memperkuat ketangguhan warga dalam mengantisipasi potensi bencana alam di wilayah setempat. Pelaksanaan program ini melibatkan tujuh mahasiswa lintas bidang ilmu, yang terdiri atas perwakilan program studi Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Kehutanan. Pendekatan persuasif yang diterapkan memungkinkan mahasiswa menyampaikan materi secara langsung sekaligus mendiskusikan langkah mitigasi secara personal dengan setiap keluarga.
Dalam sesi edukasi tersebut, warga diperkenalkan pada esensi Tas Siaga Bencana yang berfungsi sebagai wadah penyimpanan logistik darurat mandiri. Tas ini disarankan untuk memuat pasokan air minum, makanan siap saji, obat-obatan pribadi, perlengkapan P3K, pakaian ganti, alat penerangan, hingga cadangan uang tunai. Langkah persiapan ini dinilai vital guna memfasilitasi evakuasi yang cepat, memenuhi kebutuhan dasar fase darurat, serta meredam tingkat kepanikan saat bencana berlangsung.
Selain kesiapsiagaan fisik, mahasiswa turut memperkenalkan program inovatif bertajuk GERADAM (Gerakan Administrasi Dokumen Aman). Program ini difokuskan untuk mengamankan surat-surat berharga milik keluarga dari risiko kerusakan fisik akibat rendaman air atau kehilangan saat evakuasi darurat. Warga diedukasi untuk mengamankan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, ijazah, hingga sertifikat tanah ke dalam wadah atau map kedap air yang diletakkan pada titik strategis dan mudah dijangkau.
Rangkaian kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Interaksi dua arah terjalin aktif tatkala warga berkonsultasi mengenai tata cara penyimpanan dokumen krusial serta penyusunan logistik darurat rumah tangga yang praktis.
Secara konseptual, program kerja ini selaras dengan kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa. Kontribusi tersebut mencakup Tujuan 3 terkait peningkatan aspek kesehatan dan keselamatan warga, Tujuan 11 mengenai perwujudan kawasan permukiman yang tangguh bencana, serta Tujuan 13 dalam kerangka penguatan kapasitas adaptasi masyarakat terhadap risiko iklim ekstrem.
Ketua Kelompok KKN Reguler 11, Ari Maulana, menjelaskan bahwa edukasi mitigasi ini dirancang agar mudah diaplikasikan namun memiliki dampak preventif yang signifikan. Menurutnya, budaya siaga harus dibangun jauh sebelum bencana menimpa melalui literasi kebencanaan di tingkat keluarga.
"Melalui edukasi Tas Siaga Bencana dan GERADAM, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan bermula dari kesiapan individu. Ketika mitigasi dipahami dengan baik, warga dapat bertindak lebih terarah dan tenang, sehingga risiko kerugian material maupun korban jiwa dapat ditekan," ujar Ari.
Ia menambahkan, inisiatif tersebut merupakan wujud nyata pengabdian akademis mahasiswa dalam meneruskan informasi aplikatif yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat gampong.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd. Ia menilai kehadiran mahasiswa memberikan perspektif baru bagi warga dalam mewujudkan lingkungan gampong yang sadar dan tanggap bencana.
Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., yang memuji konsistensi serta ketepatan sasaran program kerja kelompok KKN tersebut. Ia menilai, seluruh anggota berhasil menerjemahkan ilmu perkuliahan ke dalam aksi pengabdian yang substansial bagi warga Gampong Cut Langien.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....