Koperasi Merah Putih Didorong Menjadi Penggerak Ekonomi Desa Berkelanjutan
- 29 Jun 2026 16:48 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh – Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Syariah Gampong Lamlumpu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Hal itu mengemuka dalam Dialog Banda Aceh Menyapa Programa 1 RRI Banda Aceh yang digelar di Gampong Lamlumpu, Jumat (26/6/2026), mengangkat tema "Sinergi Lintas Sektor Dukung Pengembangan Koperasi Merah Putih." Dialog menghadirkan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan Aceh Besar, Drs. Sulaimi, M.Si., Wakil Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh Alhori, Ketua KDMP Syariah Gampong Lamlumpu Irawan, S.E., serta Sekretaris Camat Peukan Bada Rusydi, S.Ag., M.Pd.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Aceh Besar, Drs. Sulaimi, M.Si., mengatakan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari program strategis nasional yang mulai dijalankan sejak 2025. Di Kabupaten Aceh Besar, sebanyak 603 koperasi telah terbentuk dan sebagian besar telah menyelesaikan legalitas, mulai dari akta notaris, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Menurutnya, KDMP Syariah Gampong Lamlumpu menjadi salah satu contoh koperasi yang berkembang lebih cepat dibandingkan koperasi lain karena mampu membangun inovasi dan kolaborasi yang baik. Saat ini koperasi tersebut memiliki sekitar 136 anggota dan telah menjalankan aktivitas usaha secara aktif.
Sulaimi menilai keberhasilan koperasi tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi juga pada optimisme dan kreativitas para pengurus dalam mengembangkan usaha. Ia mengajak seluruh pengurus koperasi di Aceh Besar untuk belajar dari pengalaman Lamlumpu serta aktif menjalin kemitraan dengan berbagai BUMN, termasuk Bulog, Pertamina, ID Food, perbankan, hingga perusahaan telekomunikasi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, lanjutnya, akan terus melakukan pendampingan melalui dinas terkait bersama tenaga pendamping koperasi dan Business Assistant (BA). Selain itu, pemerintah juga berencana menyelenggarakan pelatihan secara berkala bagi pengurus koperasi agar memiliki kapasitas manajerial yang lebih baik.
Ia menegaskan bahwa koperasi sebaiknya memulai usaha dari sektor-sektor yang realistis, seperti perdagangan kebutuhan pokok, sebelum mengembangkan layanan lain. Menurutnya, pengurus tidak perlu terburu-buru membuka layanan simpan pinjam karena justru berpotensi menjadi persoalan apabila belum didukung tata kelola yang kuat.

Sementara itu, Ketua KDMP Syariah Gampong Lamlumpu, Irawan, mengatakan keberhasilan koperasi diawali dengan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat mengenai manfaat menjadi anggota koperasi. Respon warga, menurutnya, cukup positif karena koperasi menawarkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus memberikan keuntungan bagi anggota melalui pembagian sisa hasil usaha.
Modal awal koperasi berasal dari simpanan pokok sebesar Rp50 ribu dan simpanan wajib Rp20 ribu per bulan. Dari kontribusi anggota tersebut, koperasi telah menghimpun modal hampir mencapai Rp20 juta yang kemudian digunakan sebagai modal usaha.
Saat ini koperasi memprioritaskan penyediaan sembako murah, terutama beras dan minyak goreng. Selain itu, koperasi juga berencana mengembangkan berbagai unit usaha baru seperti layanan pembayaran listrik, air, penjualan alat tulis kantor, fotokopi, pengelolaan sampah, hingga kawasan wisata kolam pemancingan yang akan menjadi ciri khas atau branding Gampong Lamlumpu.
Menurut Irawan, pengembangan usaha tersebut bertujuan memperluas manfaat koperasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Ia berharap seluruh produk usaha mikro milik warga nantinya dapat dipasarkan melalui gerai koperasi sehingga perputaran ekonomi desa semakin meningkat.
Meski demikian, ia mengakui koperasi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sarana dan prasarana, transportasi pengangkutan barang, serta kebutuhan tambahan modal untuk memperluas layanan usaha.
Sekretaris Camat Peukan Bada, Rusydi, S.Ag., M.Pd., mengatakan seluruh gampong di Kecamatan Peukan Bada telah membentuk Koperasi Desa Merah Putih. Namun, baru sebagian yang telah aktif menjalankan kegiatan usaha secara optimal.
Menurutnya, KDMP Syariah Gampong Lamlumpu layak dijadikan pilot project bagi koperasi lain karena telah menunjukkan aktivitas usaha yang nyata dan mampu melaksanakan rapat anggota tahunan lebih awal dibandingkan sebagian koperasi lainnya.
Pemerintah kecamatan, kata Rusydi, terus melakukan pendampingan bersama dinas terkait dan tenaga pendamping desa agar seluruh koperasi mampu menjalankan tata kelola secara transparan dan akuntabel. Ia juga mendorong setiap koperasi memiliki produk unggulan yang menjadi identitas desa masing-masing sehingga mampu menarik masyarakat sekaligus memperkuat daya saing.
Di sisi lain, Wakil Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh, Alhori, menegaskan komitmen Bulog dalam mendukung koperasi melalui penyediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng dengan harga yang terjangkau.
Menurutnya, KDMP menjadi mitra strategis Bulog dalam memperluas distribusi pangan hingga ke tingkat desa. Semakin banyak koperasi yang bermitra, semakin luas pula akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga stabil.
Ia menjelaskan bahwa persyaratan menjadi mitra Bulog relatif sederhana, yakni memiliki legalitas usaha seperti NIB, NPWP, dan dokumen pendukung lainnya. Hingga kini, sekitar 14 KDMP di Aceh telah menjalin kerja sama aktif dengan Bulog, dan jumlah tersebut diharapkan terus bertambah.
Alhori juga mengapresiasi KDMP Syariah Gampong Lamlumpu yang telah beberapa kali melakukan pemesanan ulang produk Bulog. Hal tersebut menunjukkan koperasi telah menjalankan aktivitas usaha secara sehat dan memiliki perputaran ekonomi yang baik.
Dalam sesi dialog, salah seorang anggota koperasi, Helmi, menilai keberhasilan KDMP Lamlumpu tidak terlepas dari kepercayaan anggota terhadap kepemimpinan pengurus serta keterlibatan aktif seluruh anggota dalam mengajak masyarakat bergabung ke koperasi. Menurutnya, keberhasilan koperasi bukan hanya bergantung pada figur ketua, tetapi juga pada kekompakan pengurus dan partisipasi anggota.
Menutup dialog, seluruh narasumber sepakat bahwa keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih hanya dapat dicapai melalui sinergi lintas sektor yang berkelanjutan. Pemerintah, BUMN, perangkat gampong, pengurus, dan masyarakat diharapkan terus membangun kolaborasi agar koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....