Progres Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko Capai 77 Persen
- 27 Jun 2026 18:43 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Aceh Tenggara - Komitmen TNI Angkatan Darat melalui peran aktif Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah binaan kembali diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang berlokasi di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Jumat 26 Juni 2026.
Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan, mengatakan bahwa pembangunan jembatan gantung perintis merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI dalam membantu pemerintah meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah pedalaman yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.
Menurutnya, pekerjaan saat ini difokuskan pada penyelesaian rangka lantai jembatan yang nantinya akan menjadi jalur utama bagi masyarakat saat melintasi jembatan. Oleh karena itu, seluruh proses dikerjakan dengan mengedepankan ketelitian, kualitas material, dan standar keselamatan kerja agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
"Setiap tahapan pekerjaan kami laksanakan dengan penuh ketelitian agar menghasilkan konstruksi yang kuat dan aman. Kehadiran Babinsa di lapangan juga menjadi bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong royong," ujar Pelda Ahmad Saan.
| Baca juga: Jembatan Gantung di Ketambe Hampir Rampung |
Jembatan gantung perintis yang sedang dibangun tersebut akan menghubungkan Dusun Cubancer dengan Dusun Siburku di Desa Teger Miko. Selama ini masyarakat di kedua dusun harus menempuh jalur yang cukup sulit, bahkan sering terkendala ketika musim hujan tiba akibat meningkatnya debit air sungai yang membahayakan aktivitas penyeberangan.
Kondisi tersebut selama bertahun-tahun menjadi hambatan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari anak-anak yang berangkat ke sekolah, petani yang membawa hasil panen, pedagang yang melakukan distribusi barang, hingga masyarakat yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan. Kehadiran jembatan gantung ini diharapkan mampu mengatasi berbagai kendala tersebut sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pelda Ahmad Saan menjelaskan bahwa hingga saat ini progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 77 persen. Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Babinsa, mekanik, tukang, pemerintah desa, hingga masyarakat yang secara sukarela terus bergotong royong memberikan tenaga dan dukungan demi percepatan penyelesaian pembangunan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....