Ketahanan Pangan Keluarga Dimulai dari Peran Perempuan
- 25 Jun 2026 18:27 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh – Perempuan desa memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan roda perekonomian keluarga. Melalui berbagai usaha produktif berbasis rumah tangga, kaum ibu tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan yang berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Owner Dapu Berkah Sabang, Nur Azmi, dalam program siaran Beranda AstaCita Indonesia Cerdas Programa 1 RRI Banda Aceh, Rabu 24 Juni 2026 yang mengangkat tema “Perempuan Desa Penggerak Ekonomi: Peran Ibu dalam Ketahanan Pangan.”
Menurut Nur Azmi, perempuan memiliki posisi penting dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat keluarga. Peran tersebut dimulai dari mengelola kebutuhan dapur, memilih bahan pangan yang sehat, hingga mengembangkan usaha berbasis hasil pertanian dan olahan pangan lokal.
Ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan makanan, tetapi juga kemampuan keluarga dalam mengakses pangan yang bergizi secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, perempuan menjadi aktor utama yang menentukan pola konsumsi dan pengelolaan sumber daya keluarga.
Nur Azmi mengatakan bahwa peluang ekonomi bagi perempuan desa semakin terbuka melalui pemanfaatan potensi lokal. Berbagai produk olahan makanan yang berasal dari hasil pertanian, perikanan, maupun bahan baku khas daerah dapat dikembangkan menjadi usaha yang bernilai ekonomi.
Menurutnya, keberhasilan usaha mikro yang dijalankan perempuan tidak hanya memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, perempuan berkontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi desa.
Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha perempuan untuk memasarkan produknya lebih luas melalui platform digital. Pemanfaatan media sosial dan pemasaran daring dinilai mampu meningkatkan daya saing produk lokal hingga menjangkau pasar di luar daerah.
Nur Azmi juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan, pendampingan usaha, dan akses terhadap permodalan. Dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak terkait diperlukan agar perempuan desa mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa pemberdayaan perempuan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan desa. Ketika perempuan memiliki kemandirian ekonomi, maka ketahanan keluarga akan semakin kuat dan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Melalui peran aktif perempuan dalam sektor ekonomi dan pangan, desa-desa di Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Karena itu, keterlibatan perempuan perlu terus didorong sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Program Beranda AstaCita Indonesia Cerdas RRI Banda Aceh menjadi ruang edukasi publik yang menegaskan bahwa perempuan bukan hanya pengelola rumah tangga, tetapi juga agen perubahan yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan menjaga ketahanan pangan dari tingkat desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....