Jembatan Perintis Desa Leubue Capai Progres 47 Persen

  • 09 Jun 2026 16:38 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Pidie - Semangat kebersamaan dan optimisme terus mewarnai proses pembangunan Jembatan Perintis di Desa Leubue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Senin 8 Juni 2026. Personel Kodim 0102/Pidie bersama tim teknisi dan masyarakat setempat bahu-membahu melaksanakan pengerjaan pembangunan jembatan yang nantinya diharapkan menjadi solusi penting bagi kebutuhan akses transportasi masyarakat di wilayah tersebut.

Pembangunan jembatan tersebut dinilai memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat Desa Leubue maupun desa-desa di sekitarnya. Selama ini, keterbatasan akses transportasi menjadi salah satu kendala utama yang menghambat mobilitas masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian.

Melalui pembangunan jembatan ini, masyarakat nantinya diharapkan dapat menikmati akses yang lebih aman, mudah, dan efisien dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Kehadiran jembatan juga diyakini mampu membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan.

Dansatgas Pembangunan Jembatan Perintis Wilayah Kodim 0102/Pidie, Kapten Czi Abdul Haris, menyampaikan bahwa proses pembangunan terus berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 47 persen.

“Alhamdulillah, pembangunan berjalan dengan baik dan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap pengecoran pondasi di titik B, sementara pondasi di titik A sudah selesai dikerjakan. Tahapan selanjutnya adalah pemasangan tiang utama dan penarikan seling jembatan,” ujar Kapten Abdul Haris.

Ia menjelaskan bahwa jembatan perintis yang sedang dibangun memiliki panjang sekitar 40 meter dengan lebar 1,2 meter dan tinggi kurang lebih 10 meter. Konstruksi tersebut dirancang untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang nantinya menggunakan jembatan sebagai sarana penghubung antarwilayah.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis semata, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dukungan serta partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, keterlibatan warga dalam proses pengerjaan menjadi salah satu faktor penting yang membantu mempercepat pelaksanaan pembangunan di lapangan.

“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kehadiran warga yang turut membantu pekerjaan menunjukkan bahwa pembangunan ini benar-benar menjadi kebutuhan bersama. Semangat gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan pembangunan akses masyarakat ini,” tambahnya.

Selain mempermudah aktivitas ekonomi, jembatan juga diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan. Dengan konektivitas yang lebih baik, masyarakat diyakini akan memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga.

Bagi masyarakat Desa Leubue, pembangunan jembatan ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik semata, melainkan simbol harapan baru bagi kemajuan desa. Infrastruktur yang memadai diyakini akan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka peluang perkembangan berbagai sektor di wilayah tersebut.

Dengan progres pekerjaan yang hampir mencapai separuh target pembangunan, seluruh pihak optimistis jembatan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai rencana. Semangat gotong royong, kerja sama, dan kepedulian bersama yang terus terjaga menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Pidie di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....