Anak Muda dan Tantangan Keimanan di Era Teknologi
- 13 Mei 2026 15:52 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh - Generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar dalam menjaga keimanan di tengah derasnya perkembangan teknologi, media sosial, serta perubahan gaya hidup modern. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program CCK (Cek Cerita Kamu) Programa 2 RRI Banda Aceh pada Senin (11/5/2026) dengan tema “Anak Muda & Perjuangan Menjaga Iman”.
Dialog menghadirkan Rifka Alia Putri Baihaqi selaku Sekretaris Departemen RMRB Banda Aceh dan Safrina Dewi, S.Sos.,Sekretaris Jenderal RMRB Banda Aceh. Dalam perbincangan tersebut, keduanya menyoroti pentingnya peran lingkungan, komunitas, serta kesadaran diri dalam menjaga nilai-nilai keislaman di kalangan anak muda.
Rifka Alia Putri Baihaqi menjelaskan bahwa perkembangan digital membawa dampak besar terhadap pola pikir dan perilaku generasi muda. Menurutnya, akses informasi yang begitu cepat sering kali membuat anak muda mudah terpengaruh oleh tren yang tidak selalu sejalan dengan nilai agama.
| Baca juga: Akademisi Dorong Edukasi Kebencanaan |
Ia mengatakan bahwa menjaga iman di era sekarang bukan perkara mudah karena anak muda hidup di tengah banyak godaan dan distraksi. Media sosial, menurutnya, dapat menjadi ruang yang positif jika digunakan dengan bijak, namun juga dapat menjauhkan seseorang dari nilai spiritual apabila digunakan tanpa kontrol.
Rifka menilai penting bagi anak muda untuk memiliki lingkungan pertemanan yang sehat dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Komunitas positif, kata dia, mampu menjadi tempat berbagi cerita sekaligus ruang penguatan mental dan spiritual.

Sementara itu, Safrina Dewi menekankan bahwa menjaga iman bukan hanya tentang menjalankan ibadah rutin, tetapi juga bagaimana seseorang mampu menjaga perilaku, pola pikir, serta hubungan sosial sehari-hari. Ia menyebutkan bahwa banyak anak muda sebenarnya ingin berubah menjadi lebih baik, tetapi sering merasa takut dihakimi oleh lingkungan sekitar.
Menurut Safrina, pendekatan yang lembut dan tidak menggurui menjadi kunci dalam merangkul generasi muda. Ia menilai anak muda membutuhkan ruang aman untuk bercerita mengenai persoalan hidup, tekanan pergaulan, hingga keresahan yang mereka alami.
Safrina juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki proses hijrah dan perjalanan iman yang berbeda-beda. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah memberikan stigma terhadap anak muda yang sedang berusaha memperbaiki diri.
Dalam dialog tersebut, narasumber turut mendorong generasi muda agar lebih selektif memilih tontonan, pergaulan, dan aktivitas sehari-hari. Mereka menilai kebiasaan kecil seperti menjaga salat, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta mengikuti kegiatan positif dapat menjadi langkah awal memperkuat iman.
Program CCK Programa 2 RRI Banda Aceh ini menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk memahami bahwa menjaga iman merupakan perjuangan yang harus dilakukan secara konsisten. Di tengah tantangan zaman modern, dukungan keluarga, sahabat, dan komunitas dinilai sangat penting agar anak muda tetap memiliki pegangan nilai dan arah kehidupan yang baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....