Mutiara Songket Lestarikan Budaya Aceh Lewat Inovasi Modern

  • 08 Apr 2026 15:07 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID,Banda Aceh - Kain tradisional Aceh, songket, terus menunjukkan eksistensinya di tengah arus modernisasi. Melalui program UMKM TALKS Programa 1 RRI Banda Aceh, Senin (6/4/2026), pelaku usaha lokal Ira Mutiara, S.Pd., mengisahkan perjalanan Mutiara Songket sebagai salah satu penggerak pelestarian sekaligus inovasi kain songket Aceh.

Ira Mutiara menuturkan, usaha yang ia jalankan berakar dari tradisi keluarga. Ia merupakan generasi ketiga yang melanjutkan usaha tenun yang telah dirintis sejak 1975 oleh ibunya, Darliana. “Songket ini bukan sekadar kain, tetapi mengandung nilai budaya, filosofi, dan sejarah yang harus dijaga,” ujarnya.

Perkembangan usaha Mutiara Songket mulai signifikan sejak 2019, ketika mendapat dukungan dari Bank Indonesia dan Dekranasda Kabupaten Aceh Besar. Bantuan tersebut meliputi pelatihan, penyediaan alat tenun, bahan baku, hingga renovasi tempat produksi. Sejak saat itu, kapasitas produksi dan kualitas produk meningkat pesat.

Dalam menjaga kualitas, Ira menegaskan pihaknya tetap menggunakan teknik tradisional secara manual dengan alat tenun kaki. Proses produksi songket melibatkan tahapan rumit, mulai dari pemilihan benang, penyusunan pola, hingga penenunan yang bisa memakan waktu hingga 15 hari untuk satu kain. “Keaslian dan kualitas adalah kunci agar songket tetap berkelas,” katanya.

Selain mempertahankan tradisi, inovasi juga menjadi strategi penting. Mutiara Songket mengembangkan motif-motif baru dengan warna yang lebih segar, serta menghadirkan produk turunan seperti selendang. Mereka juga membuka layanan custom sesuai permintaan konsumen, terutama untuk menarik minat generasi muda.

Dari sisi pemasaran, usaha ini mengombinasikan metode offline dan digital. Selain mengikuti pameran nasional, promosi juga dilakukan melalui media sosial dan marketplace. Digitalisasi transaksi, seperti penggunaan QRIS, turut mempermudah akses pembeli.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Produk Mutiara Songket tidak hanya diminati pasar lokal, tetapi juga nasional hingga internasional. Salah satu pencapaian penting adalah ketika songket mereka dikenakan oleh aktris Ariel Tatum dalam ajang Paris Fashion Week 2022, melalui desain karya Didit Maulana.

Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam menarik minat generasi muda untuk belajar menenun. Proses yang panjang dan membutuhkan ketekunan tinggi menjadi kendala tersendiri. Untuk itu, Ira aktif memberikan pelatihan kepada masyarakat, khususnya perempuan, sekaligus membuka lapangan kerja. Saat ini, Mutiara Songket melibatkan sekitar 13 pengrajin.

Ira berharap songket Aceh tidak hanya dipandang sebagai busana adat, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup modern. Ia juga mengajak pelaku UMKM untuk berani memulai usaha, meski dari skala kecil. “Ketekunan, kesabaran, dan kecintaan terhadap budaya adalah kunci utama,” tuturnya.

Melalui kombinasi pelestarian tradisi dan inovasi, Mutiara Songket menjadi bukti bahwa warisan budaya lokal mampu bersaing di pasar global tanpa kehilangan identitasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....